KLUNGKUNG – Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko berkunjung ke Pulau Nusa Penida, untuk meninjau proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid di Desa Suana, Kabupaten Klungkung, Senin (29/8/2022).
PLTS Hybrid Nusa Penida ditargetkan selesai Oktober 2022 agar dapat mendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada November 2022.
Pembangunan yang dilakukan PT Indonesia Power ini akan meningkatkan keandalan pasokan listrik di kawasan Bali sekaligus mendukung percepatan laju transformasi energi hijau.
Dalam kunjungannya, Dr. Moeldoko mengapresiasi PT Indonesia Power dalam menyediakan listrik bagi masyarakat Nusa Penida dalam kurun waktu yang singkat.
“Listrik bisa membawa perubahan, karena dengan listrik peradaban manusia dapat berkembang dengan cepat,” ujar Moeldoko.
Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang telah diberikan pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan listrik seiring perkembangan pariwisata di Nusa Penida. Melalui PLTS Nusa Penida diharapkan dapat mendukung pariwisata ramah lingkungan (green tourism) di Kepulauan Nusa Penida.
Direktur Pengembangan dan Niaga PT Indonesia Power, Harlen, menyampaikan, latar belakang pembangunan PLTS Hybrid Nusa Penida adalah untuk mendukung pencapaian target bauran EBT Nasional sebesar 23 persen ditahun 2025.
Juga mendukung pencapaian komitmen Nasional Determined Contribution (NDC) Republik Indonesia Tahun 2030. PLTS Hybrid Nusa Penida dibangun diatas lahan seluas 4,5 hektare (ha).
Harlen menambahkan bahwa PLTS ini memiliki beberapa manfaat di antaranya, penurunan pemakaian BBM sebesar kurang lebih 1.596.875 Liter/tahun setara Rp19.449.937.500 per tahun, mendukung program Net Zero Emission dengan penurunan emisi CO2 sebesar 3015 ton CO2.eq/tahun (REC sebesar Rp233.562.500,00) dan manfaat lainnya. baw
























