BANGLI – Selama ini kesejahteraan kehidupan petani dirasakan masih sangat kurang. Pendapatan petani selalu berfluktuasi, sehingga petani perlu dimotivasi mengarah usaha yang berorientasi ke agribisnis, agroindustri dan agrowisata.
Demikian diutarakan Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, saat melantik pengurus Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan seluruh Bangli, Selasa (13/12/2022) di Kantor Dinas PKP Kabupaten Bangli.
Saat pandemi Covid-19, sebutnya, sektor pertanian masih bisa bertahan dalam menopang ekonomi masyarakat. Banyak pekerja yang di-PHK melirik pertanian sebagai alternatif penyambung hidup.
Mereka adalah kaum intelektual yang menguasai informasi dan teknologi, sehingga mampu menciptakan terobosan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan petani konvensional. “Hal-hal seperti inilah yang patut kita kembangkan, sehinggga kesejahteraaan petani bisa ditingkatkan,” ajaknya.
Dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani, sambungnya, KTNA merupakan organisasi yang menjembatani para pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengadopsi inovasi teknologi pertanian.
Inovasi itu mempunyai keunggulan kompetitif melalui sistem usaha agrobisnis, agroindustri dan agrowisata untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Dia berharap KTNA dan petani Bangli mendukung mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Kabupaten Bangli menuju Bangli Era Baru.
Ketua KTNA Bangli, I Nengah Sandiyasa, mengatakan, pemilihan pengurus KTNA di masing-masing kecamatan dilaksanakan dari 31 Oktober hingga 4 November. Setelah semua terbentuk, maka sekarang dilanjutkan dengan pengukuhan. “Kami harap mereka nanti bisa memberi motivasi kepada petani untuk melirik usaha pertanian, agar sektor pertanian bisa lebih maju,” terangnya.
Tahun 2023 nanti, imbuhnya, KTNA Bangli akan mengikuti Penas Nasional di Sumatera Utara. Sebelumnya, KTNA Bangli rutin mengikuti Penas Kalimantan dengan mengirim lima perwakilan petani, di Penas Malang mengirim 26 petani, dan yang terakhir di Penas Aceh mengirim 30 petani.
“Kita dari tahun ke tahun mengikuti Penas. Kami berharap pemerintah memberi anggaran kepada KTNA untuk mengikuti Penas, minimal pesertanya sama dibandingkan tahun lalu,” pintanya menandaskan. gia























