Timnas U-23 Indonesia Berkekuatan 25 Pemain di Ajang ASEAN U-23 Championhsip 2025

PARA pemain Timnas U-23 Indonesia menjalani sesi latihan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Sesi latihan ini digunakan untuk persiapan mengikuti ASEAN U-23 Championship 2025 di Jakarta dan Bekasi dari 15-29 Juli. foto: ist

POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Timnas U-23 Indonesia berkekuatan 25 pemain pada sesi latihan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, setelah tiga pemain dicoret.

Tiga pemain yang dicoret sebelum ASEAN U-23 Championhsip 2025 itu adalah Ahmad Wadil (Malut United), Frengky Missa (Bhayangkara Presisi Lampung FC), dan Rahmat Syawal (PSIS Semarang).

Bacaan Lainnya

Dengan 25 pemain ini, maka skuad Garuda Muda semakin mengerucut setelah pada latihan terbuka untuk awak media sekitar lebih dua pekan lalu, berkekuatan 28 pemain dari 30 pemain yang dipanggil.

Dari 25 pemain ini, empat di antaranya adalah kiper, sementara 21 pemain lainnya adalah outfield player. Dalam sesi latihan tersebut, pemain Borneo FC Rivaldo Pakpahan terlihat menepi di pinggir lapangan karena cedera.

Skuad Indonesia tiba di Stadion Madya pada pukul 17.55 WIB. Dalam latihan ini, Kepala Pemandu Bakat timnas Indonesia Simon Tahamata dan manajer timnas U-23 Ahmad Zaki Iskandar juga hadir.

Target Juara
Sebelumnya, Pelatih timnas Indonesia U-23 Gerald Vanenburg menegaskan tidak pernah memulai kompetisi tanpa target menang sehingga filosofi kemenangan menjadi prinsip utama yang ia tanamkan dalam skuad Garuda.

“Kalau Anda memulai sesuatu, target saya selalu untuk menang. Saya tidak pernah memulai musim dengan berkata saya akan kalah. Itu tidak normal,” tegas Vanenburg seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Pelatih asal Belanda itu menyebut, meskipun hasil akhir tidak bisa ditebak, semangat untuk menang harus menjadi fondasi. Ia menolak sikap pasrah dalam turnamen dan menginginkan pemain yang memiliki kebanggaan saat mengenakan lambang Garuda. “Yang saya pikirkan adalah para pemain harus senang bermain untuk Indonesia,” ujarnya.

Vanenburg juga menekankan pentingnya karakter pemain dalam membentuk tim yang kuat. Menurutnya, bukan hanya kemampuan teknis yang dibutuhkan, tetapi juga rasa tanggung jawab dan motivasi pribadi untuk berjuang demi negara.

Hal serupa ia terapkan dalam pemilihan staf pelatih. Tidak ada kompromi dalam kualitas. Setiap orang yang bergabung dalam tim, termasuk dua asisten pelatih asal Indonesia, Zulkifli Syukur dan Matthias Ibo, dipilih karena kompetensi bukan popularitas. “Staf saya hanya dipilih berdasarkan kualitas. Apa yang menurut saya berkualitas, itulah yang saya butuhkan,” katanya.

Pada ajang ASEAN U-23 Championsip, Indonesia ada di Grup A bersama Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam. Indonesia membuka turnamen dengan menghadapi Brunei pada Selasa (15/7), lalu Filipina pada Jumat (18/7), dan terakhir Malaysia pada Senin (21/7). Semua laga Indonesia dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada pukul 20.00 WIB.

Diikuti 10 tim, Indonesia menempati grup yang satu-satunya dihuni oleh empat tim. Dua grup lainnya, yaitu Grup B dan Grup C dihuni oleh tiga tim. Grup B diisi oleh tim tersukses Vietnam (dua gelar), Kamboja, dan Laos, sementara Grup C dihuni oleh Thailand, Myanmar, dan Timor Leste.

Nantinya, tiga pemuncak grup akan lolos ke semifinal. Tiga tim ini akan disusul oleh satu peringkat kedua terbaik. Babak semifinal digelar di SUGBK pada 25 Juli. Dua pemenang pada semifinal bermain pada laga final di SUGBK pada 29 Juli, sementara yang kalah memainkan laga perebutan tempat ketiga pada 28 Juli di SUGBK.

Vietnam menjadi tim tersukses di turnamen yang dulunya bernama Piala AFF U-23 ini setelah meraih dua gelar, yaitu pada 2022 dan 2023. Pada 2022, mereka mengalahkan Thailand 1-0 pada laga final, sementara pada edisi 2023, mereka mengalahkan Indonesia yang dilatih Shin Tae-yong lewat drama adu penalti 6-5 pada laga puncak.

Adapun, Indonesia pernah satu kali menjuarai turnamen ini, tepatnya pada edisi 2019 di bawah asuhan Indra Sjafri, saat turnamen ini dimainkan di Kamboja. Kala itu, Garuda Muda yang dihuni generasi Witan Sulaeman, Asnawi Mangkualam, hingga Todd Rivaldo Ferre, meraih juara setelah mengalahkan Thailand 2-1. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses