Timbulkan Kerumunan, Tim Yustisi Denpasar Semprit Dua Warung Angkringan

  • Whatsapp
TIM Yustisi Denpasar saat melakukan penertiban protokol kesehatan PPKM Level 3, Sabtu (16/10/2021) malam. foto: ist

DENPASAR – Karena menimbulkan kerumunan di masa pandemi ini, dua warung angkringan disemprit Tim Yustisi Kota Denpasar saat melakukan penertiban protokol kesehatan PPKM Level 3 Sabtu (16/10/2021) malam.

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, pengelola kedua warung angkringan di Jalan Mahendradata dan Rumah Makan di Jalan Teuku Umar Barat tersebut hanya diberikan pembinaan.

Bacaan Lainnya

“Pembinaan diberikan karena usaha (warung) tersebut menimbulkan kerumunan dan tidak mengatur jarak pengunjung. Kami sudah ingatkan pengelola angkringan dan rumah makan tersebut agar memperhatikan protokol kesehatan, jika nantinya masih membandel kami akan melakukan tindakan tegas,” terangnya.

Sayoga menambahkan, Tim Yustisi bersama tim dari Polresta Denpasar, Kodim 1611 Badung dan Dishub Kota Denpasar, menggelar penertiban secara mobiling yang bergerak dari Polresta Denpasar menuju Jalan Gunung Sanghyang, Jalan Tangkuban Perahu, Jalan Buana Raya, Jalan Mahendradata, Jalan Teuku Umar Barat dan berakhir di simpang Imam Bonjol Teuku Umar.

Untuk menekan penularan covid-19, Sayoga mengaku pihaknya juga melaksanakan penertiban secara stationer di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung. Dalam aksi tersebut tidak ditemukan pelanggaran.

Baca juga :  PPK Denpasar “Segan” Uji Pelamar PPS Senior

Tidak hanya itu, pihaknya juga menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan adanya keramaian tanpa mengindahkan protokol kesehatan di Coffee shop bilangan Peguyangan. Setelah tim mendatangi lokasi, namun hasilnya nihil keramaian, malah situasinya cukup lenggang.

Mengantasipasi kerumunan dalam kegiatan itu, tim tetap mengimbau pengelola usaha untuk tetap memberlakukan protokol kesehatan guna menekan penyebaran virus covid-19, sehingga perekonomian masyarakat bisa kembali bergeliat. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.