Tiga Legislator PDIP Keroyokan Sumbang 6 Ton Beras, Gus Bota Ajak Semua Gotong Royong

  • Whatsapp
YUNITA Oktarini, IGA Rai Wirajaya, Bagus Alit Sucipta dan Bendesa Kedonganan, I Wayan Mertha, membagikan bantuan beras secara simbolis kepada warga lansia di wantilan Desa Adat Kedonganan, Jumat (6/8/2021). Foto: hen
YUNITA Oktarini, IGA Rai Wirajaya, Bagus Alit Sucipta dan Bendesa Kedonganan, I Wayan Mertha, membagikan bantuan beras secara simbolis kepada warga lansia di wantilan Desa Adat Kedonganan, Jumat (6/8/2021). Foto: hen

MANGUPURA – Sumber daya partai politik dan politisi, khususnya para legislator, ada batasnya untuk dapat selalu berbuat peduli dan berbagi kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Gotong royong semua pihak yang mampu untuk sangat dinanti, karena pandemi belum diketahui kapan berhenti.

“Kita semua ada keterbatasan, karena itu pengusaha, tokoh masyarakat, siapa saja mari gotong royong semampunya. Sekecil apapun itu sangat berarti,” ajak anggota Fraksi PDIP DPRD Bali, Bagus Alit Sucipta, saat menyalurkan bantuan tiga ton beras di wantilan Desa Adat Kedonganan, Jumat (6/8/2021).

Bacaan Lainnya

Gus Bota, sapaan akrabnya, datang menemui perwakilan warga Kedonganan itu bersama anggota Fraksi PDIP DPR RI, IGA Rai Wirajaya; dan anggota DPRD Badung, Putu Yunita Oktarini. Yang disebut terakhir merupakan warga Kedonganan sebelum kemudian menjadi istri Gus Bota. “Niki srikandi druwe bakta tyang nang kaja (ini srikandi warga di sini saya ambil bawa ke utara),” kelakarnya sembari menunjuk Yunita.

Penyaluran bantuan ini, sebutnya, selain bentuk terima kasih atas kepercayaan warga yang memilih dia menjadi legislator, juga menjalankan instruksi Ketum PDIP, Megawati Sukarnoputri. Petugas partai wajib hadir membantu masyarakat pada saat-saat sulit seperti sekarang. Hanya, dia mengakui tidak mungkin dapat memuaskan semua pihak.

Baca juga :  Mangku Pastika Gandeng NCPI Bali Bantu Sembako untuk Pecalang

“Semua terdampak pandemi, tapi mari kita prioritaskan saudara-saudara kita yang lansia, difabel, sakit menahun, yatim piatu dan KK miskin. Kita tidak tahu kapan pandemi ini selesai, varian Delta juga ganas dan ketersediaan oksigen rendah. Karena itu ingat selalu prokes” pesannya.

Yunita menambahkan, bantuan beras itu hasil “keroyokan” mereka sebagai kader PDIP. “Tyang datang karena kangen pulang kampung. Ini tanda bakti kami bertiga, semoga dapat meringankan beban warga yang butuh,” ucapnya.

“Matur suksma adik tyang niki, Putu Yunita. Walaupun sudah tidak di sini, tapi komitmennya tetap untuk Kedonganan,” puji Bendesa Adat Kedonganan, I Wayan Mertha.

Menurut Rai Wirajaya, ciri khas bangsa Indonesia adalah gotong royong. Karena dia langsung setuju untuk aksi berbagi bersama Gus Bota dan Yunita dalam bentuk bantuan beras. Legislator empat kali di DPR RI itu memuji spirit gotong royong warga Kedonganan, yang tetap mampu menyelenggarakan upacara atiwa-atiwa dan atma wedana massal di tengah sulit ekonomi sekaran.

“Ini luar biasa, tapi perlu saya ingatkan sekarang itu banyak klaster upacara agama. Ngiring (mari) ingat prokes, jangan sampai selesai upacara nanti malah banyak yang kena Covid-19,” ungkapnya.

Seorang ibu-ibu yang diwawancarai mengaku bersyukur dapat bantuan beras, karena sejak pandemi dia tidak ada pekerjaan jelas. Apalagi usianya yang senja, tidak memungkinkan mengambil pekerjaan mengandalkan fisik. Bekerja mengumpulkan rongsokan, dia bisa mendapat Rp50 ribu setelah kerja selama lima hari. “Syukur tyang polih beras nikikuda je icene jeg suksma (syukur saya dapat beras, diberi berapapun tetap terima kasih),” tuturnya sebelum dibagikan satu paket berisi 10 kg beras itu.

Baca juga :  Program Vaksinasi Covid-19, Buleleng Bentuk Tim Sosialisasi TOT

Usai menyalurkan tiga ton beras di Kedonganan, tiga serangkai legislator PDIP itu pada hari yang sama membagikan bantuan tiga ton beras lagi, kali ini untuk warga Desa Adat Kelan. Bantuan beras itu kian menggunung, karena Bendesa Adat Kelan, I Wayan Sukerana, juga menyediakan 1,5 ton beras, sehingga total yang disalurkan sebanyak 4,5 ton. Sebentuk sebangun dengan di Kedonganan, pembagian hanya dilakukan secara simbolis di wantilan desa sesuai prokes agar tidak menimbulkan kerumunan.

“Semua Fraksi PDIP menyisihkan gaji untuk membantu warga, meski bantuannya kecil. Jangan sampai kami kalau perlu suara saja datang, warga lagi susah malah tidak kelihatan,” tandas Gus Bota, peraih suara terbesar untuk kursi DPRD di Bali tersebut, di hadapan warga Kelan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.