DENPASAR, – Pelantikan pejabat fungsional Badan Kependudukan dan Keluarga Berencan Nasional (BKKBN) digelar pada Jumat (17/7). Dari 671 pegawai yang dilantik, sebanyak 26 orang merupakan pegawai yang bekerja di lingkungan Perwakilan BKKBN Bali.
Berbeda dengan pelantikan biasanya, pelantikan yang digelar di tengah pandemi dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi Zoom. Di Bali, pelantikan daring dipusatkan di Kantor Perwakilan BKKBN Bali yang terletak di kawasan Niti Mandala, Renon, Denpasar.
Sekretaris Perwakilan BKKBN Bali, I Made Arnawa, mengatakan, di tengah kondisi saat ini, seluruh jajaran BKKBN dituntut untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas. “Setelah pelantikan ini, 26 pegawai di Perwakilan BKKBN harus semakin meningkatkan kinerja karena tantangan ke depan semakin berat untuk mewujudkan keluarga Indonesia berkualitas,” katanya.
Sementara itu, melalui jejaring virtual, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo, tampak memberi apresiasi kepada Perwakilan BKKBN. Sebab, BKKBN telah mengajukan usulan penyederhanaan birokrasi yang kemudian telah disetujui Kementerian PANRB melalui surat nomor B/306/M.SM.02.00.2020 tanggal 8 Juni 2020.
‘’Penyederhanaan birokrasi bertujuan menjadikan lembaga lebih dinamis, mempercepat sistem kerja, dan lebih banyak mengerjakan pekerjaan fungsional. Selain itu, juga bertujuan mendorong efektivitas dan efisiensi kinerja aparatur sipil negara (ASN),’’ katanya.
Dikatakannya, selama ini masih ada struktur birokrasi yang terlalu gemuk, yang membuat proses pengambilan kebijakan dan keputusan berjalan lambat. Kondisi ini dipandang berpotensi menimbulkan miskomunikasi dan miskoordinasi dalam suatu lembaga. “Ini membuat kinerja birokrasi tidak fleksibel serta memakan biaya lebih banyak,” imbuhnya.
Melalui jejaring virtual yang sama, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, mengatakan 671 pejabat struktural yang dilantik terdiri dari ahli madya sebanyak 149 orang dan ahli muda sebanyak 522 orang. Semuanya terdiri dari 19 jabatan.
Selama dinakhodai Hasto Wardoyo, BKKBN tercatat telah melakukan sejumlah gebrakan dengan rebranding logo, tagline, mengubah istilah Kampung Keluarga Berencana menjadi Kampung Keluarga Berkualitas, serta mengubah Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) menjadi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). eri
























