Tangani Pasien Covid-19, RSBM Terapkan Treatment Arak Bali

  • Whatsapp
DIREKTUR Rumah Sakit Bali Mandara, dr. Bagus Darmayasa (kanan) saat memberi keterangan kepada awak media. foto: gus alit

DENPASAR – Pasca ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19 sejak April lalu, Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) yang terletak di Jalan Bay Pass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar Selatan ini, total telah menangani sebanyak 460 pasien yang terpapar Sars-Cov-2 penyeban covid-19

Direktur RSBM, dr. Bagus Darmayasa menyebutkan, dari jumlah itu yang masih dirawat atau kasus aktif tersisa sebanyak 30 pasien. Dalam perawatan tersebut, Dokter Bagus juga melakukan terapi usadha Bali berbahan dasar arak yang dicampur extrak jeruk lemon dan minyak kayu putih.

“Sejak terjadinya pandemi Covid-19, RSBM sudah ikut merawat pasien yang terpapar virus korona. Awalnya pada 9 Maret ada dua pasien, yakni satu orang Belgia dan satu orang lokal kita, yang kebetulan pekerja migran dari Italia. Astungkara semuanya sembuh dan yang paling lama itu, pekerja migran yang baru pulang dari Itali itu. Dia dirawat selama 36 hari,” tuturnya, Jumat (24/7/2020).

Baca juga :  Kader PKK Kebagian Bantuan Sembako Tahap II

Dokter Bagus juga mengungkapkan bahwa dari sekian pasien yang dirawat, empat diantaranya meninggal dunia. “Pasien yang meninggal ini, yakni dengan gejala-gejala atau membawa penyakit penyerta dan sudah berumur di atas 50 tahun,” jelasnya.

Ditambahkannya, saat ini RSBM dengan kapasitas 40 tempat tidur untuk pasien Covid-19 merawat 30 pasien. “Astungkara, ada kencederungan untuk sembuh. Di mana mereka dengan rata-rata usia 40 sampai dengan 50 tahun. Mereka berasal dari lokal Bali,” tambahnya.

Sementara untuk treatment arak Bali, Dokter Bagus menuturkan bahwa pihaknya sesuai arahan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah membuat nebuleser untuk terapi usadha Bali tersebut.

“Astungkara hasilnya bagus. Setelah swab ke dua hasilnya negatif. Jadi memang berkasiat arak ini yang dilakukan dengan nebuleser untuk melegakan tenggorokan. Jadi itu arak yang dipanaskan dan uapnya dihirup,” bebernya.

Baca juga :  Peduli Kinerja Insan Pers di Tengah Wabah Covid-19, PT Indo Bali Gas Group Gelontor 50 Paket Sembako

Dikatakannya, kendatipun menggunakan treatment ini, namun dari pengobatan medis tetap dilakukan. “Jadi kita lakukan dengan pengunaan medis, dan terapi ini khusus bagi pasien yang dalam keadaan tidak terlalu berat. Bahkan kami pakai handuk,” pungkasnya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.