Sumbang Sembako di Masjid, Toko Dilalap Api

  • Whatsapp
PETUGAS pemadam kebakaran melintas di depan toko Kencana Listrik yang terbakar, dengan situasi di latar belakang upaya pemadaman api yang dibantu anggota Banser Kuta Utara. Foto: gus hendra
PETUGAS pemadam kebakaran melintas di depan toko Kencana Listrik yang terbakar, dengan situasi di latar belakang upaya pemadaman api yang dibantu anggota Banser Kuta Utara. Foto: gus hendra

MANGUPURA – “Awass, genteng rubuh,” teriak seorang warga sambil menunjuk ke atap sisi timur toko Kencana Listrik di Jalan Tangkuban Perahu 6B, Kerobokan, Badung yang dilalap api, Minggu (2/8/2020) malam.

Di bawah atap, empat petugas kebakaran sedang menyemprotkan air lewat pintu belakang toko seluas sekitar 15 x 10 meter milik H. Heru Husodo tersebut. Yang tragis, pemilik dikabari tokonya yang menjual peralatan listrik dan lampu hias itu terbakar, ketika sedang membagikan sembako untuk jemaah dan warga sekitar di masjid Al Ikhlas, dekat LP Kerobokan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kebakaran diketahui sekitar pukul 18.00. Belum diketahui penyebab pasti, tapi asap tebal bergulung terlihat dari dalam toko. “Kami belum tahu pasti, kemungkinan korsleting. Iya, (waktu kejadian) tidak ada orang di dalam,” kata seorang petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Badung sembari membetulkan posisi selang air.

Baca juga :  Trek-trekan di Gatsu, Polresta Denpasar Tangkap 33 Pemuda

Menurut M. Komara dari PAC Banser Kuta Utara yang membantu upaya pemadaman, pemilik toko dan keluarga selamat. Pemadaman lama dilakukan, karena barang dalam toko banyak berbahan plastik dan karet. “Kami ke sini karena dikontak Pak Haji Heru, beliau penasihat Banser Kuta Utara,” jelasnya didampingi rekannya, Sudarmadi.

Dari pantauan, atap baja ringan di sisi utara bangunan rubuh. Suasana gelap karena listrik dipadamkan membuat sulit memastikan apa saja yang tersisa dari kebakaran hebat itu. Sementara di bagian belakang yang berlantai dua, api terlihat masih menyala dengan asap tebal meski sudah tiga jam lebih upaya pemadaman dilakukan. Sejumlah pria dengan seragam Banser aktif membantu petugas mengatur selang air.

Baca juga :  Cegah Covid-19, Demokrat NTB Ajak Patuhi Distansi Sosial

Keluarga besar dan kerabat korban berkumpul di bagian belakang toko, yang juga merupakan halaman rumah dengan dua unit bangunan terpisah. Gelapnya suasana sedikit terbantu dengan sinar lampu mobil di halaman, untuk membantu upaya petugas pemadam mencari titik aman untuk menyemprotkan air. Petugas sampai naik ke bangunan sebelah toko untuk menyemprotkan air, karena tidak memungkinkan dari bawah.

Heru Husodo yang sedianya dimintai konfirmasi, tidak bersedia menerima media karena masih syok. Dia terlihat berdiri menyandar di mobil pikap dalam kegelapan sembari merokok di kelilingi kerabat. “Maaf ya, bapak lagi tidak mau diwawancara. Masih syok, mohon maklum nggih,” tutur seorang kerabat, yang sebelumnya ditanyakan di mana pemilik toko, sembari mengatupkan tangan di dada.

Baca juga :  Lansia Asal Desa Undisan Meninggal Positif Covid-19

Petugas pemadam lain yang diwawancara berkata ada enam unit truk pemadam diturunkan, tapi itu juga mesti bolak-balik beberapa kali ke lokasi kejadian. Namun, dia hanya menggeleng soal estimasi berapa totalnya. “Kalau unitnya ada enam, tapi kalau dihitung bolak-balik ya lebih dari 10,” sahutnya kemudian bergegas pergi.

Dari upaya pemadaman itu, terpantau beberapa selang bocor. Agar air tidak terbuang percuma, petugas mengarahkan semprotan dari selang bocor ke dalam toko yang mengepulkan asap putih tebal. Meski tidak ada konfirmasi resmi, melihat kondisi kebakaran dan nilai barang yang ada di dalam toko, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Sekitar 30 meter ke barat lokasi, pasar senggol tetap buka meski asap tebal dan gelap menyelimuti seputar areal pasar karena api belum padam sepenuhnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.