MATARAM – Tim Infront memberi lampu hijau keberadaan Sirkuit Motocross Tohpati di kawasan Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram untuk lokasi MXGP di Pulau Lombok. Namun, anggota DPRD NTB Dapil Kota Mataram, Made Slamet, berpandangan berbeda. Selain lokasinya sangat berdekatan dengan kawasan permukiman warga, arealnya merupakan lahan produktif yang jadi kawasan persawahan.
“Kalau wilayah lain di Mataram, misalnya kawasan eks Bandara Selaparang, saya setuju. Tapi kalau di Tohpati, saya enggak setuju,” tegas Made, Senin (20/2/2023).
Politisi PDIP itu menyebut di akses jalan yang akan dilalui para penonton hingga pembalap dunia menuju lokasi Sirkuit Tohpati, selama ini banyak makan korban jiwa. Karena arealnya juga sangat sempit, dia khawatir jika Sirkuit Tohpati dipaksakan menggelar ajang balap motocross dunia, potensi banyak korban jiwa sangat besar.
“Ingat, jalur Tohpati adalah jalur alternatif warga Sindu dan Cakranegara yang hendak ke Sayang-sayang. Jika ada event dunia dipaksakan di areal jalur alternatif, lantas mau dikemanakan akses umum mobilitas warga? Tolong ini dipikirkan dengan cermat,” sergahnya.
Sebelumnya, Kamis (16/2/2023) Tim Infront turun melakukan penilaian dan pemantauan didampingi Gubernur NTB, Zulkieflimansyah; Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra, dan pengurus IMI lainnya. Gregg dan Nikos dari Infront melihat langsung kondisi sirkuit Tohpati Cakra Utara, Kota Mataram.
Gubernur Zulkieflimansyah dalam media sosialnya menyebut, sirkuit ini disetujui Infront sebagai lokasi MXGP tanggal 2 Juli 2023 di Pulau Lombok, dan 26 Juni 2023 di Sirkuit Samota Pulau Sumbawa. Gubernur juga melihat pembalap motocross asal NTB, Nakami Vidi Makarim, menjajal sirkuit tersebut.
Lalu Herman Mahaputra menambahkan, dia datang bersama Tim Infront untuk peninjauan lapangan. “Dari hasil peninjauan, Track Master Infront setuju lokasi penyelenggaraan MXGP di Pulau Lombok digelar di Sirkuit Tohpati,” jelas Dokter Jack, sapaan Direktur RSUD Provinsi NTB ini.
Meski disetujui Tim Infront, dia mengakui ada beberapa hal mesti dilengkapi panitia lokal. Pertama, terkait penambahan area, yang dikhawatirkan adalah penonton. Mungkin nanti area sekelilingnya dibuatkan tribun untuk para penonton. Untuk gundukan tanah dinilai tidak ada masalah, karena tidak mengeluarkan biaya terlalu banyak untuk membawa tanah dari luar.
“Yang penting kita siapkan sirkuit ini, karena saat Tim Infront datang ada bentuk. Kami juga berterima kasih pada pengusaha Pak Farid Amir yang meminjamkan tanahnya ke IMI NTB untuk digunakan sebagai sirkuit,” paparnya. rul























