Senderan Padmasana SMPN 3 Bebandem Jebol, Pemkab Diminta Cepat Tangani

SENDERAN pelinggih padmasana di SMPN 3 Bebandem jebol akibat hujan deras pada Jumat (2/12/2022). Foto: ist

KARANGASEM – Senderan pelinggih padmasana di SMPN 3 Bebandem jebol akibat hujan deras pada Jumat (2/12/2022). Kini jarak antara tebing dengan pelinggih hanya puluhan cm, dan seandainya kembali jebol maka otomatis bangunan padmasana akan runtuh.

Kepala SMPN 3 Bebandem, I Made Wijana, Senin (5/12/2022) mengaku sangat berharap senderan tersebut segera ditangani pihak terkait. Jika tidak segera diperbaiki dan jika ada banjir sekali lagi, otomatis bangunan padmasana akan ikut tergerus. Sebab, posisi bangunan berada tepat di atas aliran sungai.

Read More

“Untuk saat ini pelinggih padmasana memang masih berdiri, tapi tidak ada yang berani ke sana, karena tanahnya sudah sangat labil. Jarak antara pelinggih dengan tebing hanya 40 cm, bahkan pondasi padmasana sudah kelihatan,” jelasnya.

Untuk tiga bangunan sekolah yang juga rentan jebol, yaitu ruang praktek komputer, ruang laboratorium dan ruang OSIS, saat ini sudah dikosongkan. Peralatan yang ada di sana dipindah ke tempat lebih aman. Tapi, tentu membuat aktivitas belajar mengajar sedikit terganggu.

“Untuk saat ini jarak tebing dengan ketiga bangunan tersebut hanya 2 meter. Jika tidak segera mendapat penanganan, tentu akan tergerus sedikit demi sedikit. Apalagi intensitas hujan masih cukup tinggi,” sambungnya.

Wijana sangat berharap pihak terkait segera menangani agar kondisinya tidak makin parah. Bila pelinggih tersebut sampai jebol, tentu anggaran yang akan dikeluarkan juga makin banyak.

“Kalau bisa sebaiknya ditangani dulu secara darurat, supaya pelinggih padmasana tidak sampai jebol, sembari menunggu penanganan secara permanen. Kami juga berharap supaya ketiga bangunan yang ikut terdampak bisa dimanfaatkan seperti biasa,” pintanya.

Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR dan Perkim Kabupaten Karangasem, I Made Wiguna, yang dimintai tanggapan, mengaku sudah koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai agar bisa dilakukan penanganan dengan cepat.

“Untuk melakukan penanganan sepertinya membutuhkan anggaran sangat besar, mengingat tinggi tebing sepertinya lebih dari 10 meter. Tapi mudah-mudahan bisa ditangani dengan cepat, kami akan terus lakukan koordinasi supaya kondisinya tidak semakin parah,” janji Wiguna. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.