KARANGASEM – Wakil Bupati (Wabup) Karangasem I Wayan Arta Dipa, menyerahkan kunci rumah bersubsidi D Gedong Residence Jasri kepada pembeli, Senin (30/5/2022). Dia juga membagikan 100 paket sembako kepada warga kurang mampu, di lingkungan Jasri, Kelurahan Subagan, Karangasem.
Arta Dipa mengucapkan selamat berbahagia kepada warga yang tinggal di kawasan rumah bersubsidi D Gedong Residence, yang dibangun pengembang PT Reka Bumi Tohlangkir Karangasem. Dengan adanya rumah bersubsidi di Karangasem, dia berharap masyarakat bisa menjangkau untuk membeli.
Dia juga memuji kualitas bangunan sangat bagus. “Ini adalah satu-satunya pengembang yang membikin rumah bersubsidi yang full finishing (selesai penuh) dan juga kualitasnya bagus,” Wabup Arta Dipa, didampingi Sekda I Ketut Sedana dan Kadis PUPR, Wedasemara
Dia memaparkan, pihak pengembang bekerja sama dengan BRI menyiapkan rumah bersubsidi yang siap ditempati. Menurut aturan, selama lima tahun rumah tersebut tidak bisa diubah. “Kami, Pemerintah Daerah Karangasem, sangat berterima kasih kepada pengembang PT Reka Bumi Tohlangkir,” ucap Arta Dipa.
I Gusti Ngurah Susila selaku Komisaris Utama PT Reka Bumi Tohlangkir menyampaikan, pihaknya membangun 122 unit rumah di atas lahan seluas satu hektar. Yang sudah dibangun 78 unit, dan yang akad kredit sebanyak 46 unit.
Masyarakat yang ingin memiliki rumah bersubsidi caranya sangat mudah. Pertama, calon pembeli harus lolos pemeriksaan Bank Indonesia (BI) dengan syarat KTP dan kartu KK. Jika lolos proses, selanjutnya melengkapi persyaratan administrasi.
“Kami membangun rumah bersubsidi mulai tahun 2021, dan dengan adanya ini masyarakat sangat antusias. Kami menawarkan dengan harga murah Rp168 juta, dengan DP sebesar lima persen, sekitar 8 juta lebih plus biaya administrasi lainnya. Angsurannya selama 20 tahun sebesar 1.050.000,” terangnya.
Karena sertifikatnya berstatus sertifikat hak milik (SHM), calon pembeli setelah menyelesaikan kreditnya tidak ada lagi mengeluarkan biaya meningkatkan status rumah. Jika ada masyarakat yang tidak lolos dalam proses BI checking disebabkan masih memiliki permasalahan kredit di bank, itu langsung diketahui oleh pihak bank saat proses tersebut. nad























