Revitalisasi Gebug Ende, Desa Adat Seraya Akan Gelar “Seraya Culture Fest 2022”

PANITIA Seraya Culture Fest 2022 saat memberi keterangan pada awak media, Selasa (11/10/2022). Foto: ist

KARANGASEM – Desa Adat Seraya, Kecamatan dan Kabupaten Karangasem akan menyelenggarakan kegiatan Seraya Culture Fest 2022. Kegiatan itu akan digelar selama tiga hari, yakni 14-16 Oktober mendatang di Lapangan Ki Kopang, Desa Seraya. Dalam festival tersebut akan diisi dengan pementasan tradisi Gebug Ende.

Ketua Panitia Seraya Cultre Fest, I Nyoman Miasa, Selasa (11/10/2022) menerangkan, dalam festival yang untuk pertama kali digelar tersebut juga akan merangkul dan menggandeng pedagang dan pelaku UMKM di desa setempat.

Read More

‘’Kami tampilkan Gebug Ende dalam festival budaya ini sebagai upaya melakukan revitalisasi tradisi kontemporer. Tapi yang jelas untuk keaslian Gebug Ende di Seraya. Ini sangat penting dibangkitkan mengingat ada unsur seni dan estetika,’’ ujarnya.

Tujuan dari Gebug Ende itu sendiri disebut untuk memohon hujan supaya mensejahterakan masyarakat yang notabene didominasi oleh petani. Dengan dikemas menjadi festival, diharapkan bisa mensejahterakan berbagai kalangan.

Ketika dimulainya festival itu juga bertepatan dengan akan dilaksanakannya Gebug Ende Sakral. Setelah itu barulah festival akan dibuka. Dan dalam festival itu juga akan dimeriahkan penyanyi Bali. “Mungkin di Pura Bale Agung tiga seet, baru dilanjutkan Gebug Ende tradisi di Lapangan Ki Kopang, Desa Seraya,” lanjut Miasa.

Sementara itu, Bendesa Adat Seraya, I Made Salin menambahkan, Gebug Ende secara rutin dilaksanakan di keesokan harinya setelah usaba kapat masineb. Kebetulan penyineban akan dilaksanakan pada 13 Oktober 2022. Dengan demikian, Seraya Cultre Fest digelar bersamaan dengan dilaksanakannya Gebug Ende.

Made Salin menambahkan, Gebug Ende kini dibagi menjadi tiga, yakni Gebug Ende Sakral, Gebug Ende Tradisi, dan Gebug Ende Ceremonial. Kendati demikian, Gebug Ende juga sering dipentaskan di berbagai wilayah.

Namun, Salin menegaskan, pemilik Gebug Ende adalah Desa Adat Seraya. “Kami sudah memiliki dua kekuatan, bahwa pemilik Gebug adalah Desa Adat Seraya. Satu, menjadi WBTB (warisan budaya tak benda), kedua dari Kementerian Hukum dan HAM,” paparnya. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.