Rai Mantra Diyakini Tunggu Momentum Pastikan Maju Pilgub, Demer Setuju Sugawa Asal…

PERTEMUAN DPD Partai Golkar Bali dengan ketua dan sekretaris DPD II di DPD Partai Golkar Bali, dipimpin Sugawa Korry. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – “Kami yakin beliau masih menunggu momentum yang tepat untuk menyatakan (bersedia dicalonkan sebagai Gubernur Bali) itu. Beliau kan low profile,” cetus Ketua DPD Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, saat ditanya ketegasan bersedia atau tidak IB Rai Dharmawijaya Mantra diusulkan sebagai calon Gubernur pada Pilgub Bali 2024, Jumat (31/5/2024).

Didampingi Waka Bidang OKK, Dewa Made Suamba Negara, nada bicara Sugawa tenang dan terbersit optimisme paket Rai Mantra-Muliawan Arya (Mantra-Mulia) yang diusulkan Golkar akan benar terwujud.

Bacaan Lainnya

Apa yang mendasari Sugawa begitu optimis? Dia menuturkan, saat rapat Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus beberapa waktu lalu, Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya, menyampaikan sudah bertemu dengan Rai Mantra. Saat itu Rai Mantra menyatakan bersedia. Sejauh ini hanya sebatas itu “kejelasan” Rai Mantra mau diusulkan sebagai calon Gubernur.

Karena belum ada pernyataan resmi dari Wali Kota Denpasar periode 2008-2020 itu, dia menyebut yang “dibaca” sebagai sinyal bersedia adalah respons Rai Mantra. Meski sepekan sudah namanya digaungkan ke ruang publik oleh KIM Plus, Rai Mantra disebut tidak ada membantah sama sekali.

“Itu kan sama dengan setuju. Kami maklumi gaya beliau low profile, tidak menggebu-gebu,” ucapnya. “Kalau tidak setuju pasti menolak. Lebih jelasnya tanya beliau saja,” sambungnya.

Sebelumnya, saat pertemuan dengan media usai rapat konsolidasi dengan jajaran DPD II seluruh Bali, Sugawa menegaskan nama paket Mantra-Mulia merupakan usulan yang akan dibawa ke Ketua Umum DPP Partai Golkar. Namun, jika DPP memutuskan lain, pengurus Golkar di Bali juga siap melaksanakan.

Pembentukan KIM Plus yang terdiri dari 11 partai politik di Bali, berdasarkan optimisme memenangkan Pilkada Serentak 2024.

Lebih jauh disampaikan, meski ada usulan calon kepala daerah dari KIM Plus, tapi keputusan akhir tetap di DPP partai masing-masing.

Dia menegaskan KIM di Bali merupakan kepanjangan tangan KIM pusat. Agenda pertama adalah memenangkan Pilpres, kedua mengamankan pemerintahan Prabowo-Gibran, dan itu dimaknai tentu juga sampai dengan memenangkan Pilkada Serentak.

“KIM bertujuan head to head dengan calon PDIP, semaksimal mungkin tidak akan melaksanakan kebijakan melawan kotak kosong (mengusung paslon tunggal). Yang ditakutkan (oleh partai lain) adalah arus perubahan besar yang sudah terjadi di Bali. Indikatornya apa? Prabowo-Gibran bisa menang di Bali,” seru politisi yang akan maju ke Pilkada Buleleng ini.

Soal sikapnya jika ada partai yang keluar dari KIM, Sugawa berujar akan dievaluasi karena sudah ada kesepakatan tertulis. Apa sebab tidak ikut lagi, akan dipelajari sesuai kesepakatan.

Untuk partai lain yang kemungkinan bergabung KIM masih dalam proses, tapi dia menghormati mekanisme di partai itu. “Kami berharap semua (daerah) ada calonnya, jangan ada yang melawan kotak kosong,” lugasnya menandaskan.

Di kesempatan terpisah, Korwil Pemenangan Pemilu Bali-Nusra Partai Golkar, Gde Sumarjaya Linggih, menyatakan setuju dengan usulan DPD Golkar Bali untuk paket Mantra-Mulia. Hanya, dia ingin ada kepastian soal Rai Mantra bersedia dicalonkan atau tidak.

“Ingat, saya bukan tidak setuju Rai Mantra diusulkan jadi calon Gubernur, apalagi kalau disebut ingin bikin kotak kosong. Yang saya tanyakan adalah apakah orangnya benar mau dicalonkan? Jangan sampai kita sudah berproses, yang bersangkutan malah menyatakan tidak mau,” cetusnya, Minggu (2/6/2024). hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses