Putri Koster : Jangan Panik dan Menyerah Hadapi Pandemi

  • Whatsapp
KETUA Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster. Foto: ist
KETUA Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster. Foto: ist

DENPASAR – Sebagai ujung tombak perlindungan keluarga, seorang ibu jangan ikut panik dan menyerah dalam sebuah kondisi apa pun. Karena dalam keadaan tenang akan memunculkan ide-ide baru dalam menumbuhkan bakat terpendam. Contohnya, saat pandemi Covid-19 mewabah dan membuat sebagian besar perekonomian Bali terpukul, maka banyak sekali muncul bakat dari seorang perempuan/ibu dalam upayanya meneruskan kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, dalam dialog Perempuan Bali Bicara bertema ‘Tanggap Covid-19, Ingat Pesan Ibu 3M’ di salah satu TV lokal di Denpasar, Senin (23/11/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kondisi pandemi ini mengharuskan semua pihak beralih haluan dalam memenuhi kebutuhan dapur, baik dengan inovasi dengan ide-ide dan bakat baru. Salah satunya, sebut dia, memanfaatkan halaman rumah menjadi Hatinya PKK yakni halaman atau taman asri, tenteram, indah dan nyaman yang bermanfaat dan menghasilkan bahan makanan pokok sehari-hari, seperti sayur, cabai, terong, tomat dan lainnya. “Dengan begitu kita dapat kembali pada fungsinya yakni memenuhi kebutuhan dasar dalam pemenuhan pangan,” lanjutnya.

Putri koster juga menyarankan agar situasi rumah menjadi tempat ternyaman pada saat ini, khususnya bagi seluruh anggota keluarga. Karena, jelas Putri Koster, dipastikan kondisi yang serba tidak menentu ini menjadikan pasangan suami istri harus berpikir lebih keras berjuang melanjutkan kehidupan hari ini dan selanjutnya. 

Baca juga :  Pulang dari Italia, Warga Gianyar Dalam Pemantauan Covid-19

“Menghabiskan waktu lebih banyak di rumah pasti akan menimbulkan stres dan kekhawatiran. Tetapi jangan sampai ada pertengkaran atau kekerasan dalam rumah tangga. Selain akan berdampak pada psikologis anak-anak juga akan menimbulkan tekanan pada pasangan suami-istri tersebut. Sehingga gunakan kesempatan ini untuk lebih berbagi dan mengharmoniskan komunikasi antara anggota keluarga yang ada,” ujarnya.

Istri Gubernur Bali, Wayan Koster ini juga mengajak untuk mengambil hikmah dari pandemi Covid-19 ini. “Mungkin alam mengajak kita jeda sejenak memikirkan apa yang sudah kita lakukan selama ini terhadap semesta, semoga saat ini menjadikan kita tahu bahwa alam membutuhkan perhatian kita sebagai manusia untuk kembali saling menghormati keberadaan mereka sebagai habitat alam yang saat ini mungkin juga sudah merasa terusik dengan tangan tangan yang kurang konsisten menjaga kebersihan udara,” bebernya. 

Putri Koster juga meminta agar menumbuhkan konsep Tri Hita Karana dalam diri, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam serta manusia dengan manusia yang lainnya.

Dalam kesempatan itu, Putri Koster juga mengingatkan ‘Pesan Ibu 3M’, yaitu memakai masker kapan pun dan di mana pun berada, mencuci tangan setiap saat dengan menggunakan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak dengan orang lain.

“Selain itu, 3B yang wajib diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yakni berdoa sebelum melaksanakan aktivitas, kemudian berupaya untuk beraktivitas dan berkreativitas karena ibu-ibu itu banyak memiliki inovasi serta jangan lupa untuk bersyukur, di mana kita selalu pandai mengambil hikmah di setiap musibah,” pungkasnya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.