POSMERDEKA.COM, BANGLI – Sebagai wujud bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, PT Deepa Aksata Kintamani (Gema Merdeka Group & Adiwana Hotels) yang dipimpin dr. I Gusti Ngurah Oka; Ir. Made Kusuma Diputra dan Indrawana Widjaja, pada Wrespati Umanis, Kamis (12/10/2023) ngaturang wewalungan seekor kerbau anggrek bulan di Pura Segara Danu Batur, Kintamani, Bangli. Wewalungan ini untuk Karya Agung Danu Kertih, Tawur Agung Labuh Gentuh, Meras Danu lan Gunung Bakti Pakelem Ring Segara lan Puncak Gunung Batur, Mapeselang lan Mapadanan yang diterima Pemucuk Karya, Jero Gede Batur Duuran.
I Gusti Ngurah Oka mengatakan, sebagai wujud bakti dan syukur atas anugerah yang diberikan, wewalungan itu dihaturkan. Dia berharap segala bentuk kegiatan yang dilaksanakan bisa berjalan lancar, terutama dalam memberi informasi kepada masyarakat. “Selain sebagai perwujudan syukur, ini merupakan kewajiban yang harus kami laksanakan,” jelasnya.
Jero Gede Batur Duuran selaku Manggala Karya mengucapkan terima kasih kepada PT Deepa Aksata Kintamani (Gema Merdeka Group & Adiwana Hotels) beserta jajaran yang berpartisipasi. Juga menginformasikan pelaksanaan pujawali yang diselenggarakan dengan puncak pada 14 Oktober sampai penyineban tanggal 20 Oktober, dalam rangkaian upacara bhakti petetami/Ngantukang Ida Bhatara/Bhatari. Kerbau anggrek bulan dewasa yang digunakan sebagai wewalungan, kata dia, langka dan sulit didapat.
“Namun, atas asung kerta waranugraha, pimpinan Gema Merdeka Group dapat mempersembahkannya. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan kerbau anggrek bulan yang merupakan binatang langka ini dapat dipersembahkan,” tuturnya.
Lebih jauh dipaparkan, upacara Danu Kerthi mempergunakan 10 ekor kerbau. Selain itu ritual upacaranya akan dikemas dan digelar seperti 104 tahun silam, tepatnya pada tahun 1919 Masehi. Dia menyebut upacara diamanatkan leluhur Batur sejak masa silam sebagai upaya niskala menjaga kesucian Danau Batur.
“Tujuan upacara ini adalah untuk pemuliaan danau sebagai salah satu sumber mata air yang memberi penghidupan. Secara niskala, upacara tersebut sangat terkait dengan upaya menjaga keharmonisan alam, karena Danau Batur merupakan sumber air sangat sentral bagi Bali,” ungkapnya.
Ritual ini secara siklus dilakukan setiap lima tahun sekali, dan dilakukan kali terakhir pada tahun 2018 silam. Siklus itu tercatat di dalam Raja Purana Pura Ulun Danu Batur yang disucikan. Juga di lontar-lontar lain di Bali, yang disebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Bali, lebih-lebih para pemimpin Bali. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana umat manusia bisa memenuhi kewajiban dan selalu sujud ke hadapan sesuhunan, yang berstana di Pura Segara Danu Batur, untuk mohon keselamatan.
“Kita semua berharap melalui pelaksanaan upacara ini kita selalu diberi keselamatan dan tuntunan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban kita, sehingga apa yang kita cita-citakan bisa berjalan sesuai rencana dan harapan kita bersama. Bagi umat Hindu di mana pun berada, jika tidak ada halangan, agar turut serta ngaturang bakti di Besakih maupun di Pura Segara Danu Batur,” ajaknya.
Sesuai dengan pengumuman No. PG.01/BKSDA.BI-1/TU/10/2023 tentang penutupan sementara kegiatan pendakian Gunung di Taman Wisata Alam Gunung Batur Bukit Payang, yang dikeluarkan Kepala Balai KSDA Bali, pendakian Gunung Batur akan ditutup sementara pada 14-15 Oktober nanti. “Sesuai surat tersebut, kami juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya umat Hindu di Bali untuk bersama ngrastitiang karya,” pungkasnya. gia
























