Produktif di Masa Pandemi, Huck Distro Rambah Pasar Daring

  • Whatsapp
Foto: HUCK DISTRO PENDIRI Huck Distro saat berbincang dengan wakil Ketua LPM Legian, Ketut Sentanu. Foto: gay
Foto: HUCK DISTRO PENDIRI Huck Distro saat berbincang dengan wakil Ketua LPM Legian, Ketut Sentanu. Foto: gay

MANGUPURA – Kendati tatanan kehidupan era baru telah diberlakukan mulai 9 Juli lalu, dengan mengimplementasikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, namun usaha distro (distribution store) pakaian di kawasan pariwisata Legian masih memilih untuk menutup usahanya. Ini lantaran kunjungan wisatawan yang menjadi pelanggan mayoritas masih belum dibuka secara resmi.

‘’Rencananya bulan depan kita mau buka toko lagi dan memulai produksi, kalau penerbangan ke Bali sudah mulai di buka kembali. Pelanggan kami kebanyakan wisatawan asing, itu mungkin ada 70 persen dari total pelanggan kami,’’ ujar I Gede Oka Sugandhi, pendiri Huck Distro, Rabu (15/7).

Bacaan Lainnya

Usaha distro yang dia geluti bersama rekannya Nyoman Astawa (30) dan I Wayan Yoga Adi Surya (32) dimulai sejak 2009. Sudah sebelas tahun usaha tersebut masih tetap eksis dijalani bertiga, di tengah persaingan distro yang semakin marak.

Namun kondisi tersebut mengalami keterpukulan saat terkena imbas Covid-19. Sebab, selama hampir empat bulan usaha distro otomatis ditutup dan membuat produksi terhenti.

Sistem jualan daring pun kini jadi pilihan. Walaupun terkadang minat pembeli masih dominan tertarik dengan melihat langsung barang dagangannya. ‘’Sebenarnya dulu usaha kami ada market daring, tapi tidak fokus. Sekarang karena pandemi kita fokus ke daring, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Tapi itu tidak sekencang pada saat toko buka, yah paling tidak ini bisa memutar perekonomian,’’ ungkap Sugandhi.

Baca juga :  Komisioner KPU Wajib Kerja di Rumah

Adapun produk yang dijual berupa asesoris dan pakaian lengkap, mulai dari topi, ikat pinggang, kacamata, baju, celana, jaket hingga sepatu. ‘’Saat pandemi, omzet kita turun 70 persen. Tapi sekarang sudah mulai naik karena kita rambah ke daring,’’ paparnya.

Ia mengaku, marketing daring akan terus ditingkatkan. Terlebih konsumennya merambah luar Bali, bahkan luar negeri seperti Australia. Hal tersebut diakuinya merupakan pasar yang potensial, selama kepercayaan masyarakat berbelanja daring akan kualitas barang tidak mengecewakan. ‘’Kami komitmen menjaga kualitas, demi kepuasaan pelanggan,’’ ungkapnya. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.