BULELENG – Penanganan stunting menjadi perhatian serius semua pihak. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkan angka stunting secara nasional yang kini berkisar 24 persen. Salah satunya dengan melibatkan stakeholder terkait dan komponen masyarakat, termasuk memberikan pemahaman kepada para remaja untuk menjadi keluarga yang sehat.
Demikian diungkapkan oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Ketut Kariyasa Adnyana, pada Minggu (21/8/2022) sore, saat acara Kampanye Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten/Kota di Provinsi Bali di Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, Buleleng. Acara itu digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali.
Kariyasa Adnyana mengatakan, penanganan stunting merupakan program nasional. Seluruh kementerian membuat program penanganan stunting. “Jadi, angka stunting di Indonesia 24 persen. Ini mengganggu masa depan bangsa. Dan target menjadikan Indonesia Generasi Emas di tahun 2045 nanti terganggu,” katanya.
Untuk itu, Komisi IX DPR RI bersama BKKBN akan terus bergerak untuk melakukan sosialisasi penanganan stunting. Bali akan menjadi perhatian khusus, mengingat Bali adalah daerah pariwisata, sehingga faktor kesehatan merupakan hal yang penting. “Sekarang ini di Bali angka stunting sekitar 10 persen, dibawah angka nasional. Dan saya harapkan, Bali bisa mendekati 4 persen,” ujar Kariyasa Adnyana.
Kepala BKKBN Provinsi Bali, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, menjelaskan, pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi penurunan angka stunting, baik itu di wilayah yang ada kasus stunting maupun menyasar keluarga yang berisiko melahirkan anak stunting.
Menurut Sukardiasih, Karangasem dan Buleleng memang memiliki kasus stunting tinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Bali. “Kami bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI terus bergerak untuk penurunan angka stunting, seperti di Desa Sinabun ini. Dengan harapan mereka tahu dan menjaga pola hidup sehat,” pungkas Sukardiasih.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan, stunting merupakan suatu masalah yang harus dipahami oleh masyarakat. Oleh sebab itu, kampanye percepatan penurunan stunting harus terus dilakukan.
Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di Desa Sinabun dihadiri pula Anggota DPRD Provinsi Bali, Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, Anggota DPRD Buleleng, Camat Sawan, Perbekel Desa Sinabun, dan puluhan masyarakat Desa Sinabun. rik






















