POSMERDEKA.COM, TABANAN – Jembatan Cau di Desa Tua, Kecamatan Marga, sesuai jadwal perencanaan semula, akan segera tuntas pada akhir November 2023. Proyek jembatan yang bersumber dari APBD (BKK Provinsi Bali) itu, dengan waktu pengerjaan selama 180 hari kalender, sementara sampai dengan Jumat (10/11/2023), pengerjaan sudah sekitar 90 persen, menuju tahap pemasangan sekat diafragma tengah dan plat beton.
Kapolsek Marga, AKP I Wayan Suta Arcana, yang turut memantau, khususnya terhadap situasi lalu lintas di lokasi tersebut, seizin Kapolres Tabanan, AKBP Leo Dedy Defretes, mengatakan, jika sejauh ini tidak ada kendala dan dampak berarti atas pembangunan jembatan tersebut. “Namun perlu kami imbau kepada masyarakat, untuk sementara jalur jalan raya dari Marga ke Desa Tua dan Desa Baru (Objek Wisata Kayu Putih dan Pinge) harus melalui Desa Perean,” ungkapnya.
Dia menyebutkan bahwa jalan jembatan tersebut jebol ketika bajir bandang melanda pada 17 Oktober 2022 lalu. Pembangunan jembatan tersebut kemudian dimulai pada Mei 2023, dengan pengerjaan 180 hari kalender, yang berarti sampai dengan akhir November ini sudah harus rampung.
Sementara proyek pembangunan jalan jembatan tersebut terus berjalan, kata AKP Suta, pihaknya juga memandang perlu jika Bhabinkamtibmas Desa Tua melaksanakan sambang terhadap pekerja proyek Jembatan Marga-Apuan di Banjar Cau tersebut. “Hal itu kami maksudkan untuk menciptakan situasi aman dan kondusif di wilayah desa binaan, maka kami pandang perlu jika Bhabinkamtibmas melaksanakan kegiatan sambang di desa binaan, guna mencegah gangguan kamtibmas yang mungkin terjadi, sebagai upaya tindakan preemtif kepolisian,” ujarnya.
Sesuai arahan pimpinan, Bhabinkamtibmas Desa Tua Aipda I Putu Indra Buana pun melaksanakan tugas dimaksud, yakni sambang kepada para pekerja proyek jembatan tersebut. “Kami menyampaikan pesan dan imbauan agar mereka selalu menjaga keamanan dan ketertiban bersama, sehingga situasi tetap kondusif,” ujar Aipda Indra, saat sambang di lokasi proyek tersebut.
Sekadar informasi, bahwa jalan jembatan tersebut amblas dalam peristiwa bencana alam banjir bandang di Sungai Yeh Kajang. Air sungai yang meluap pada 17 Oktober 2022 lalu itu, mengakibatkan jembatan Marga-Apuan amblas, dan praktis membuat jalur lalu lintas terputus.
“Untuk itu, warga yang ingin melintas dari Tabanan menuju Baturiti dan sebaliknya, yang akan melewati Desa Tua supaya mencari jalan alternatif, seperti jalur Desa Geluntung dan Desa Payangan, atau di jalur utama Denpasar-Singaraja. Itulah alasan kami selaku bhabinkamtibmas selalu ada dan hadir di tengah-tengah kegiatan di desa binaan dalam setiap kegiatan, untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, sesuai tugas-tugas kepolisian,” pungkas Aipda Indra. gap






















