Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar Perketat Pengawasan Prokes di Pasar Tradisional

  • Whatsapp
PENGAWASAN penerapan disiplin protokol kesehatan di salah satu pasar tradisional di Denpasar pada Minggu (24/1/2021). Foto: rap
PENGAWASAN penerapan disiplin protokol kesehatan di salah satu pasar tradisional di Denpasar pada Minggu (24/1/2021). Foto: rap

DENPASAR – Selama pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Pemkot Denpasar melalui Satgas Penanganan Covid-19 juga melakukan pengetatan disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes). Pengetatan prokes tersebut salah satunya di pasar tradisional yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar.

Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata, menjelaskan, sebagai salah satu sektor esensial, pasar masih tetap beroperasi saat pelaksanaan PPKM. Namun demikian dalam pelaksanaannya penerapan prokes menjadi yang utama dalam upaya penekanan penyebaran Covid-19. “Walaupun pasar masih diizinkan untuk buka sebagai sektor esensial, kami tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan,” ujarnya, Minggu (24/1/2021).

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan saat ini Perumda Pasar Sewakadarma menaungi 16 pasar tradisional. Di masing-masing pasar telah dibentuk Satgas Covid-19 untuk mendukung pengoptimalan penerapan disiplin prokes. Satgas Covid-19 tersebut secara rutin melaksanakan sidak penerapan prokes dan mengirimkan laporan rutin ke Perumda Pasar Sewakadarma.

Gus Kompyang mengatakan, secara umum, baik pedagang dan pengunjung pasar, saat ini sudah memiliki kesadaran dalam menerapkan disiplin prokes. Namun, tak dipungkirinya masih ditemukan pelanggaran. “Tidak bisa kita pungkiri jika ada pelanggaran atas alasan tertentu, dan semua ke depan diharapkan semakin tinggi kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Baca juga :  Kabar Baik, 3 Pasien Positif Corona di Denpasar Sembuh, Total 25 Orang Sembuh

Berdasarkan data Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar pada Minggu (24/1) terkait pelaksanaan sidak disiplin prokes di 16 pasar tradisional, pelanggaran tertinggi ditemukan di Pasar Ketapian sebanyak 7 orang yang terdiri atas 5 orang pengunjung dan 2 orang pedagang yang melakukan pelanggaran.

“Pelanggaranya rata-rata tidak memakai masker dengan benar, namun pada prinsipnya telah membawa masker. Semoga dengan pelaksanaan PPKM serta pengawasan yang ketat ini kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan terus ditingkatkan,” kata Gus Kompyang.

Adapun secara keseluruhan hasil sidak pada Minggu (24/1/2021), lima pasar tercatat nihil pelanggaran yakni Pasar Gunung Agung Malam, Pasar Abiantimbul, Pasar Sanglah, dan Pasar Asoka, serta Pasar Pidada. Di Pasar Badung tercatat pelanggar 2 orang pedagang dan 3 orang pengunjung, Pasar Kumbasari Siang tercatat pelanggar 3 orang pengunjung, Pasar Kumbasari Malam tercatat 1 orang pengunjung yang melanggar.

Selanjutnya di Pasar Gunung Agung Siang tercatat 2 orang pengunjung yang melanggar, Pasar Anyar Sari tercatat 2 orang pedagang dan 1 orang pengunjung yang melanggar, Pasar Kreneng tercatat 2 orang pedagang dan 3 pengunjung yang melanggar, Pasar Satria tercatat 2 orang pedagang dan 2 orang pengunjung yang melanggar. Pasar Cokroaminoto tercatat 2 orang pedagang dan 2 orang pengunjung yang melanggar, serta di Pasar Lokita Sari tercatat 1 orang pedagang dan 3 orang pengunjung yang melanggar prokes. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.