KLUNGKUNG – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, membuka acara Rekonsiliasi percepatan penurunan stunting (PPS) di Kabupaten Klungkung. Acara tersebut berlangsung di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Kamis (13/10/2022).
Tim Satgas Stunting Perwakilan BKKBN Provinsi Bali mendukung PPS yang terjadi pada anak di Kabupaten Klungkung. Pada acara dibahas strategi dan evaluasi 5 tematik stunting (AKS, Rembuk Stunting, Minilokakarya, TPK dan ELSIMIL).
Bupati Suwirta dalam arahanya meminta kepada semua tim untuk berkomitmen menuntaskan penurun stunting di Kabupaten Klungkung. ‘’Saya tegaskan penanganan stunting terpusat di desa yakni di Posyandu,’’ lugas Suwirta.
Lebih lanjut dijelaskan langkah promotif dan proventif dilakukan oleh Puskesmas. Edukasi dan promosi kesehatan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara kesehatan balitannya.
Melalui Dinas Pendidikan, Suwirta meminta kepada semua guru agar mengisi dengan pendidikan karakter. Selain itu, pemahaman terhadap pasangan yang sudah menikah perlu juga diedukasi.
‘’Keterbatasan pemahaman dapat berupa minimnya pengetahuan mengenai ibu hamil, asupan gizi, hingga kecukupan nutrisi usai melahirkan. Maka dari itu, hal ini sangat penting dipahami sejak dini sehingga bisa mencegah terjadinya stunting pada balita, ‘’ ujar Suwirta.
Kepala BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih, mengatakan, adapun maksud dan tujuan dari kegiatan ini secara umum guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Bali.
Keluaran (output) dan manfaat (outcome) yang menjelaskan secara khusus untuk meningkatkan pemahaman tentang program dan kegiatan percepatan penurunan stunting. Menyelaraskan program PPS dengan berpedoman pada panduan Satgas PPS. baw























