POSMERDEKA.COM, MATARAM – Pemilu 2024 tinggal menghitung hari. Di tengah masa kampanye yang akan berakhir pada 10 Februari mendatang, para pemilih di Provinsi NTB diharap tidak terkotak-kotak atau terpolarisasi lantaran berbeda pilihan politik.
Ketua KPU NTB, Suhardi Soud, menyebut, kendati situasi politik terlihat mulai panas, dia minta masyarakat sebagai pemilih tak sampai terkotak-kotak atau bermusuhan hanya karena beda pilihan.
“Janganlah masyarakat terbelah hanya beda partai politik dan beda yang dipilih. Pemilu Serentak ini ajang menghadirkan kegembiraan, bukan sebaliknya saling bermusuhan atau memaksakan pilihan ke orang lain,” pinta Suhardi, Selasa (2/1/2024).
Dia menguraikan, setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam menentukan pilihan pada Pemilu Serentak 2024. Oleh karena itu, maka diberi keleluasaan dan ruang seluas-luasnya dalam menentukan pilihan di bilik suara. Para kontestan, tim sukses, simpatisan dan relawan juga diharap menebar kebaikan kepada masyarakat dalam mendukung keamanan, kenyamanan dan ketertiban.
“Kita jangan memaksa seseorang untuk memilih atau memihak calon tertentu. Tapi sampaikan program, inovasi atau gagasan dalam membangun daerah lima tahun ke depan,” ajaknya.
Senada dengan Suhardi, Ketua Bawaslu NTB, Itratip, mengajak masyarakat bijak dalam menyikapi perbedaan politik. Tidak sama pilihan politik bukan alasan kemudian jadi bercerai berai.
Kontestasi politik yang berbeda ini harus dihormati dan dihargai bagi demokrasi yang berdaulat. “Beda boleh, tapi jangan bertengkar. Persaudaraan sangat mahal, maka jangan diputus hanya karena tidak sama dalam politik,” pesannya.
Selain cerdas menggunakan hak politik, dia menyerukan masyarakat menjadi bagian dalam mengawasi seluruh proses kepemiluan. Pengawasan partisipatif dikedepankan dengan melaporkan pelanggaran kepada pengawas, baik di pengawas kelurahan, pengawas kecamatan, Bawaslu kabupaten/kota dan provinsi.
“Rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi, maka harus lebih bijaksana dan cerdas menentukan kepala negara dan wakil rakyat. Jadi, pemimpin ke depan benar-benar berbuat untuk masyarakat,” lugasnya menandaskan. rul
























