Pemberhentian Kadis Kebudayaan Sedang Diproses, Pascaditetapkan Jadi Tersangka Korupsi

  • Whatsapp
IGN Bagus Mataram (IGM). Foto: ist
IGN Bagus Mataram (IGM). Foto: ist

DENPASAR – Pascaditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram (IGM) bakal diberhentikan sementara dari jabatannya. Soal pemberhentian ini masih berproses di Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar.

“Wali Kota Denpasar, Pemkot Denpasar tentunya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. (Soal pemberhentian) nanti akan dibahas dulu oleh tim,” ujar Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat dikonfirmasi, Jumat (6/8/2021).

Bacaan Lainnya

Penegasan soal pemberhentian Kadis Kebudayaan setelah tersandung kasus korupsi, disampaikan oleh Kepala Bagian Hukum Setda Kota Denpasar, Komang Lestari Kusuma Dewi. Dia menjelaskan, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, pada pasal 276 huruf C disebutkan bahwa PNS yang ditetapkan sebagai tersangka diberhentikan sementara sebagai PNS.

Pemberhentian sementara tersebut bertujuan supaya yang bersangkutan bisa fokus menjalani proses hukum yang tengah dihadapi. “Jadi, soal pemberhentian ini sedang dikaji, dan diproses oleh BKPSDM untuk selanjutnya,” ujar Komang Lestari kepada POS BALI, Jumat (6/8).

Dia menjelaskan, Pemkot melalui Bagian Hukum hanya memberikan bantuan hukum dalam perkara tata usaha negara (TUN) dan perdata sesuai ketentuan perundang-undangan. Karena kasus ini merupakan perkara pidana, kata Komang Lestari, yang bersangkutan (IGM) tentu saja dapat didampingi penasehat hukumnya sendiri yang dipercaya dapat membantu yang bersangkutan dalam proses hukumnya.

Baca juga :  Gede Dana Hadiri Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan HIV/AIDS

“Tentu wajib dihormati asas praduga tak bersalah. Namun, dari Pemkot sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan hanya memberikan pendampingan dalam perkara TUN dan perdata,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar dengan inisial IGM ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar, Yuliana Sagala, Kamis (5/8/2021), mengatakan, dana BKK dalam tahun anggaran 2019-2020 tersebut adalah berupa pengadaan barang aci-aci  serta sesajen untuk desa adat, banjar adat, dan subak yang berada di bawah kelurahan se-Kota Denpasar. Penetapan tersangka IGM berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: 01/N.1.10/Fd.1/08/2021 tanggal 5 Agustus 2021.

“Penetapan tersangka ini setelah penyidik Pidsus melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi, dari unsur pemerintahan sampai dengan pihak desa adat sebagai penerima yakni jro bendesa, kelihan adat, dan pekaseh subak,” jelas Yuliana Sagala. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.