POSMERDEKA.COM, BANGLI – Dalam dunia usaha era sekarang, daya saing sangat ketat. Memperkuat hal tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Bangli menekankan pentingnya strategi bertahan hidup (survival) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), melalui penguatan literasi digital. Demikian disampaikan dalam pembukaan kegiatan Literasi Digital bagi pelaku UMKM di Kabupaten Bangli, Selasa (10/3/2026).
Kepala Diskominfosan Bangli, I Nyoman Murditha, saat membuka acara tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali atas inisiasi penyelenggaraan kegiatan ini di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli. Murditha mengatakan, literasi digital bukan sekadar tren ikut-ikutan, melainkan strategi krusial agar UMKM bisa bersaing di kancah global. Dunia bisnis saat ini tidak lagi bicara soal nanti atau besok, pilihannya adalah “sekarang”.
“Literasi digital adalah strategi survival agar kita tidak tertinggal di belakang tembok teknologi, api mampu berdiri sejajar dengan pelaku usaha lainnya,” jelasnya.
Kemampuan literasi digital, urainya, mencakup kecakapan dalam memahami, menganalisis, mengevaluasi, hingga menggunakan informasi digital secara bijak. Terutama bagi UMKM yang mulai merambah platform media sosial seperti TikTok dan Facebook, maupun platform e-commerce seperti Shopee dan Lazada.
Selain aspek pemasaran, Murditha juga menyoroti pentingnya keamanan transaksi elektronik dan perlindungan data pribadi. Ia mengingatkan para pelaku usaha untuk berhati-hati dalam mengelola data sensitif pelanggan. “Pemerintah menyiapkan landasan hukum kuat melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan UU ITE, dan UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP). Kita harus bijak, misalnya tidak sembarangan minta atau mengirim foto KTP dalam transaksi, karena itu berisiko disalahgunakan,” pesannya mengingatkan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Diskominfo Provinsi Bali, Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Bali, I Gede Putu Krisna Juliharta, dan I Wayan Adi Karnawa, yang bertindak sebagai narasumber. Acara dipandu praktisi di bidang komunikasi, Ida Bagus Agung Ketut Ludra.
60 pelaku UMKM di Kabupaten Bangli hadir pada kegiatan ini. Melalui sinergi antara pemerintah, industri, dan komunitas (unsur pentahelix), diharapkan literasi digital di Kabupaten Bangli tidak hanya menyentuh satu sektor, tetapi mampu menciptakan ekosistem digital yang aman dan produktif bagi seluruh masyarakat. gia
























