Musrenbang RKPD Karangasem, OPD Diminta Serius Rancang Program Pengentasan Kemiskinan

WAKIL Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Karangasem tahun 2024, di Gedung Sabha Prakerthi, Rabu (29/3/2023). Foto: ist

KARANGASEM – Pengentasan kemiskinan dan peningkatan kondisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) harus jadi perhatian serius Pemkab Karangasem. Instruksi itu disampaikan Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Karangasem tahun 2024, di Gedung Sabha Prakerthi, Rabu (29/3/2023).

Artha Dipa minta seluruh peserta Musrembang dapat berperan aktif, bersinergi dan berkolaborasi, memberi masukan, kritik dan saran dalam penyusunan RKPD. “Untuk itu diperlukan inovasi serta terobosan semua pihak dengan mengoptimalkan potensi yang ada, sehingga mampu menjawab permasalahan dan isu-isu strategis yang kita hadapi secara tepat dan cepat,” sebutnya.

Read More

Hal ini untuk mendukung tujuan utama pembangunan, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan sejumlah indikator. Indikator terdiri dari laju pertumbuhan ekonomi, persentase kemiskinan, IPM, tingkat pengangguran terbuka dan tingkat pemerataan pendapatan (gini rasio).

Kata dia, kontribusi tertinggi untuk laju pertumbuhan ekonomi Karangasem ada di sektor pertanian. Disusul sektor transportasi pergudangan, dan penyediaan akomodasi makan-minum yang sebagai dampak dari aktivitas sektor pariwisata.

Melihat potensi pertanian dan pariwisata yang cukup memadai, dia menilai perlu dilakukan upaya inovatif mengoptimalkan potensinya. Fokus pembangunan harus diarahkan mendorong dan mengoptimalkan kinerja sektor pertanian, terutama melalui komoditas unggulan setempat dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian melalui hilirisasi.

“Tentunya ini harus dilakukan secara terintegrasi, lintas sektor didukung pembangunan infrastruktur memadai untuk menunjang sektor pertanian dan pariwisata,” imbuhnya.

Persentase kemiskinan tahun 2022, Karangasem menduduki posisi tertinggi di Bali. Karakteristik penduduk miskin sebagian besar bekerja di sektor pertanian dengan penghasilan rendah, serta tingkat pendidikan yang rata-rata di bawah SMP, ditengarai menjadi penyebab tingginya persentase kemiskinan. Untuk itu, dia mengajak pemerintah dan swasta bersama-sama serius berupaya menyelesaikan permasalahan ini.

IPM Karangasem juga masih cukup rendah di Bali. Dari empat indikator IPM, yang dirasa paling perlu diperhatikan adalah rata-rata lama sekolah masyarakat yang baru mencapai angka 6,67 tahun.

Hal ini akibat penduduk yang berpendidikan SMA ke atas merantau ke luar Karangasem, baik untuk melanjutkan kuliah atau untuk mencari pekerjaan. Sebagai solusi, Pemkab mempersiapkan Politeknik Negeri Bali, dan tahun 2023 sudah bisa menerima mahasiswa baru.

Fungsional Perencana Madya Bappeda Provinsi Bali, I Made Sudiarsa, menambahkan, penyusunan program dan kegiatan diharap fokus pada sasaran program dan kegiatan yang merupakan penyelesaian target RPJMD Kabupaten Karangasem.

Kepala Bappelitbangda Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa, berujar Musrenbang RKPD tahun 2023 untuk menyusun RKPD Karangasem tahun 2024. Terangkum 206 program, 504 kegiatan, dan 1.518 subkegiatan dengan kebutuhan anggaran Rp2,403 triliun lebih. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.