DENPASAR – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi wahana bagi KPU Denpasar kembali turun ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi terkait Pemilu 2024 mendatang, Selasa (12/7/2022). Para komisioner mendatangi SMA/SMK di Denpasar untuk tatap muka kepada para pelajar, yang pada dua tahun mendatang akan menjadi pemilih tersebut.
Menurut Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, pendidikan pemilih merupakan upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu, khususnya bagi kalangan pemilih pemula melalui pendidikan pemilih partisipasi masyarakat.
Kegiatan MPLS, sebutnya, dipandang sebagai momentum baik guna menyosialisasikan tentang pemilu. Terutama untuk mengajak berdemokrasi secara baik dan benar, pun menjadi calon pemilih yang cerdas.
“Sasaran utama kami adalah pemilih pemula, karena itu kami memberi edukasi kepada mereka mengenai Pemilu 2024. Jadi, selain mereka tahu, juga agar mereka nanti pada 14 Februari 2024 datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya,” papar komisioner penggemar olahraga lari ini.
Meski membahas politik praksis, Arsajaya mengklaim materi yang dipaparkan dikemas dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami anak muda. Dia mencontohkan tentang pengertian pemilu, peserta pemilu, syarat memilih, pelaksanaan Pemilu 2024 dan informasi lainnya. Sosialisasi digelar secara serempak di seluruh Denpasar pada kegiatan MPLS, dengan sasaran kurang lebih 10 ribuan pelajar.
Sosialisasi dan pendidikan pemilih, urainya, merupakan keharusan bagi penyelenggara pemilu yang dijalankan secara berkesinambungan. Artinya, wajib dilaksanakan menjelang tahapan dan penyelenggaraan kepemiluan, maupun pada hari-hari biasa. Tujuannya untuk memberi pendidikan bagi masyarakat, terutama bagi pemilih pemula. Muaranya adalah ada peran serta atau pelibatan masyarakat dalam pemilu.
Selain itu, imbuhnya, yang ditarget adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2024 nanti. Pada Pemilu 2019 lalu, partisipasi masyarakat menggunakan hak pilih sebesar 78 persen lebih.
Mengingat signifikansi Pemilu 2024, Arsajaya berharap para pelajar bisa menyebarluaskan informasi terkait tahapan maupun pemungutan suara Pemilu 2024. “Juga meningkatkan partisipasi pemilih serta menjadi pemilih cerdas,” ajaknya.
Anggota Divisi Teknis KPU Denpasar, I Made Windia, saat menjadi narasumber di tempat terpisah, berkata KPU bertekad angka partisipasi pemilih, terutama pemilih pemula, dapat meningkat pada Pemilu Serentak 2024. Minimal bisa naik signifikan dibanding pada saat Pilkada Denpasar 2020 lalu. Karena itu, dia mengajak pemilih pemula jangan sampai golput alias tidak menggunakan hak suara.
“KPU Denpasar akan gencar sosialisasi ke semua basis, seperti basis pemilih perempuan, pemilih pemula, pemilih muda, disabilitas, komunitas, basis keluarga, basis warga internet, basis marginal, keagamaan, basis yang berkebutuhan khusus dan juga basis adat kebudayaan. Prinsipnya, bagaimana agar pelajar paham apa tujuan dari 14 Februari atau Pemilu,” tandasnya. hen























