POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – I Made Sumerta (62), warga asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditemukan meninggal di kamar nomor 3 homestay (penginapan) di Banjar Dinas Tanah Lengis, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, Sabtu (24/5/2025).
Pensiunan PNS ini diduga kehilangan nyawa akibat bunuh diri dengan cara minum cairan insektisida. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya botol insektisida kosong di tempat sampah kamar mandi, serta surat wasiat yang ditinggalkan Sumerta di atas meja kamar.
Peristiwa ini kali pertama diketahui I Ketut Sarjana, petugas jaga home stay. Sekitar pukul 09.30 WITA, saksi mengetuk pintu kamar Sumerta untuk menyuruh sarapan, tapi tidak ada jawaban. Saat membuka pintu yang ternyata tidak dikunci, saksi mendapati Sumerta tergeletak tak bergerak di lantai sebelah timur kasur dengan posisi telentang.
Saksi lalu memanggil rekannya, I Wayan Juliada, untuk memastikan kondisi Sumerta. Setelah dipastikan Sumerta tidak sadar dan dari mulut keluar busa, kejadian tersebut dilaporkan ke Bhabinkamtibmas Desa Ababi. Tim dari Polsek Abang dan petugas medis Puskesmas Abang I tiba di lokasi sekitar pukul 10.45 Wita, dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan medis dr. I Made Angga Adnyana Putra dan tim, ditemukan beberapa ciri khas kematian akibat racun. Antara lain keluar busa dari mulut, keluar cairan dari kelamin, serta kaku dan lebam mayat. Tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya, dan diperkirakan meninggal lebih dari enam jam sebelum ditemukan.
Menurut keterangan Ni Made Yuningsih, suaminya sempat mengirim pesan WhatsApp pada dini hari yang berisi permintaan maaf dan pesan agar cucunya dijaga. Pesan itu baru dibaca sang istri pada pukul 05.00 Wita, yang kemudian menimbulkan kekhawatiran hingga akhirnya mendapat kabar suaminya meninggal dunia.
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan barang milik Sumerta, termasuk surat wasiat, dompet berisi uang Rp1,796 juta, ponsel dalam keadaan mati, serta beberapa barang pribadi lainnya. Motif dugaan bunuh diri mengarah pada masalah ekonomi yang disebut dalam surat wasiat Sumerta.
Pihak keluarga melalui istri Sumerta menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah, menolak untuk dilakukan otopsi, serta tidak menaruh curiga terhadap pihak mana pun.
Kasihumas Polres Karangasem, AKP I Gede Sukadana, membenarkan ada ada warga NTB meninggal bunuh diri dengan minum cairan insektisida. “Benar, itu di Dusun Tanah Lengis, Desa Ababi, Abang. Infonya menginap di salah satu homestay,” jawabnya singkat. nad























