Mengupas Perjuangan Pahlawan Nasional Ide Anak Agung Gde Agung

SARASEHAN mengenang Pahlawan Nasional Ide Anak Agung Gde Agung di Puri Agung Gianyar. Foto: ist

GIANYAR – Nama Dr. Mr. Ide Anak Agung Gde Agung diabadikan menjadi nama jalan di wilayah Mega Kuningan, Jakarta yang merupakan kantor 20 konsulat jenderal dari negara sahabat. Ide Anak Agung Gde Agung putra asli Gianyar, Bali yang namanya dikenang sebagai Pahlawan Nasional melalui jalur perjuangan diplomasi. Sayang, di daerah kelahirannya, apresiasi justru terbilang minim.

Hal itu terungkap dalam sarasehan bertajuk Mengenang Pahlawan Nasional Dr. Mr. Ide Anak Agung Gde Agung oleh warih Pasemetonan Manggis Kuning (PMK) di Puri Agung Gianyar, Minggu (20/11/2022).

Read More

Dalam sarasehan dihadirkan dua pemateri, Prof. Dr. Anak Agung Gde Agung, selaku penglingsirPuri Agung Gianyar yang juga putra sang pahlawan nasional melalui virtual; dan Anak Agung Gede Mayun, Ketua Pasemetonan Manggis Kuning.

Mayun mengungkapkan, Ide Anak Agung Gde Agung memiliki nilai perjuangan patriotik melalui jalur diplomasi. Memang, diakui selama ini banyak salah kaprah, menganggap sang pahlawan adalah pro kepada Belanda.

Padahal apa yang dilakukan merupakan jalur diplomasi yang juga sangat merugikan Belanda, sama halnya seperti perjuangan fisik. “Saat ini warga condongnya hanya melihat perjuangan fisik, padahal antara fisik dan diplomasi sama pentingnya,” tegas Mayun.

Ide Anak Agung Gde Agung, sambungnya, dipercaya tokoh-tokoh nasional untuk membantu diplomasi, dengan jabatannya sebagai Perdana Menteri Negara Indonesia Timur (NIT). Langkah-langkahnya dipercaya untuk mendekati pihak Belanda, terutama Hubertus Johannes van Mook, Gubernur Jendral Hindia Belanda terakhir setelah Jepang menduduki Indonesia.

Van Mook yang ditugaskan Ratu Belanda untuk memimpin Hindia Belanda memiliki peran sentral yang penting. Akhirnya diplomasi Ide Anak Agung Gde Agung membuat dia dipercaya melakukan langkah-langkah yang mungkin menguntungkan pihak Belanda. “Namun, Van Mook ini tidak tahu bahwa Ide Anak Agung Gde Agung memiliki visi yang sama dengan Ir. Soekarno, Hatta, dan kawan-kawan,” cetusnya.

Melalui kepercayaan ini, Ide Anak Agung Gde Agung membentuk BFO (Bijeenkomst voor Federal Overleg), perkumpulan negara ciptaan Belanda. Karena Belanda menciptakan negara federal, di sini kecerdikan Ide Anak Agung Gde Agung. Agar bisa sering bertemu dengan pemimpin negara federal, maka dibentuklah BFO sampai terselenggaranya konferensi antar-Indonesia.

Munculnya Konferensi Antar-Indonesia ini di luar skenario Van Mook, dan dia baru sadar Ide Anak Agung Gde Agung satu visi dengan Soekarno, Hatta, Sutan Sjahrir, Sultan Hamengkubuwono IX dan kawan-kawannya. Ratu Belanda jadi tidak percaya dengan Van Mook, dan akhirnya dipecat.

Sejak itu, Ide Anak Agung Gde Agung bersama kawan-kawan membentuk panitia melaksanakan Konferensi Meja Bundar (KMB). Karena sejak 1945 kedaulatan Indonesia belum diterima, melalui KMB tahun 1949, kedaulatan diserahkan Ratu Belanda.

Pengakuan perjuangan Ide Anak Agung Gde Agung kali pertama dianugerahi Bintang Mahaputra Adipradana oleh Presiden Soeharto tahun 1995. Kemudian diangkat sebagai Pahlawan Nasional saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Spirit yang perlu teladani, jelasnya, adalah selalu menganjurkan memajukan pendidikan. Budaya Puri Agung Gianyar selalu memajukan pendidikan, sampai putri zaman kerajaan, yang dulu tidak boleh keluar puri, Raja menyekolahkan sampai ke Amerika, yakni Anak Agung Istri Muter, sampai mendapat gelar Phd. Selain itu juga penanaman disiplin dan konsisten.

“Sebelum menyampaikan pernyataan harus dipikir dulu, apakah ini baik, apakah nanti akan ada perubahan, harus dikaji terlebih dahulu. Makanya konsistensi itu penting. Tanaman nilai inilah yang perlu kita lanjutkan dan warisi,” lugas tokoh Puri Seronggo Gianyar ini.

Untuk menghormati dan agar selalu memberi inspirasi kepada masyarakat, Pasemeton Manggis Kuning yang terbentuk April 2022 mencoba konsolidasi dengan pihak pemerintah agar nama Ide Anak Agung Gde Agung diabadikan sebagai nama jalan dan pendirian monumen. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.