Masuk Kawasan Wisata Nusa Penida Kena 2 Retribusi, DPRD Klungkung Sayangkan Masih Ada Pungli

BUKTI retribusi tiket masuk ke kawasan wisata Nusa Penida. Foto: ist

KLUNGKUNG – Dibukanya destinasi wisata Nusa Penida ternyata tidak berbanding lurus dengan kenyamanan pelancong yang hendak berkunjung. Adanya retribusi tiket sampai dua kali, itulah pangkal masalahnya.

Dalam video yang beredar pada Selasa (5/4/2022), seorang warga mengeluhkan pungutan retribusi tiket dari Pemkab Klungkung yang bertuliskan Retribution Ticket Nusa Penida Tourism Area Regulation of Klungkung Regency No.5 Year 2018. Dewasa dikenakan tarif Rp25 ribu berkode No.281594 dengan latar warna biru dan lengkap berisi logo Pemkab Klungkung.

Bacaan Lainnya

Keluhan itu diutarakan karena warga ini kembali dikenakan tiket masuk ke kawasan The Diamond Hills dengan nilai Rp10 ribu dengan berisi tulisan nafkah/gaji penjaga keamanan, kebersihan, parkir, dan sarana fasilitas pendukung.

“Kalau ini kita masuk lagi ke Diamond bayar. Tapi kata Pak Bupati, bayar 25 ribu sudah masuk kawasan Nusa Penida itu tidak bayar (lagi). Ternyata di lapangan kita cek langsung seperti ini, terus fasilitas dari pemerintah untuk di objek wisata itu apa? Kebersihan tidak ada, fasilitas seperti kamar mandi dan lain-lain tidak ada. Ini kenapa justru retribusinya masuk ke pemerintah 25 ribu. Ini cuma yang ngerti-ngerti aja yang tahu,” tutur warga dalam video yang diunggahnya tanpa menyebutkan nama.

Baca juga :  Cegah Covid-19, Warga Melintas di Kawasan Renon Wajib Gunakan Masker

Menyikapi video itu, anggota DPRD Klungkung, AA Gde Sayang Suparta, angkat bicara. Dia menyatakan sangat menyayangkan masih ada pungutan liar (pungli) yang bertentangan dengan perda.

“Bupati harus turun tangan agar kasus serupa tidak terulang lagi, bila perlu melaporkan ke pihak berwajib yang mengambil pungutan di luar ketentuan yang berlaku. Sebab, sesungguhnya itu adalah pungli,” tudingnya. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.