Lokasi Isoter di Bangli Banyak Kosong, Desa Mohon Kelonggaran Prosedur

  • Whatsapp
HUMAS Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa. foto: gia

BANGLI – Lokasi isolasi terpusat (isoter) yang disiapkan Pemkab Bangli di RSJP Bangli saat ini baru terisi 20 orang dari kapasitas 200 orang. Hal ini karena ada perubahan prosedur pelaksanaan isoter. Demikian dikatakan Humas Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, Selasa (27/7/2021).

Sesuai prosedur isoter, jelasnya, warga yang dibawa ke lokasi bila dalam satu keluarga terdapat satu orang yang positif Covid-19. Jadi, hanya yang terpapar ini wajib dibawa ke lokasi isoter. Namun, jika dalam satu keluarga jumlahnya lebih dari tiga orang atau semua anggotanya positif, keluarga itu bisa melakukan isolasi mandiri (isoman) dengan pengawasan ketat Satgas Gotong Royong Desa.

Bacaan Lainnya

Selain itu, sambungnya, keluarga juga harus membuat pernyataan akan menjalani isoman secara disiplin. Satgas Desa juga membuat pernyataan untuk melakukan pengawasan secara ketat. “Bila mereka mengingkari pernyataan dan tidak disiplin menjalani isoman, maka akan dijemput paksa ke lokasi isoter oleh tim penegakan hukum,” terangnya.

Perubahan prosedur ini dilakukan, ungkapnya, karena banyaknya permohonan dari desa dengan berbagai pertimbangan. Misalnya warga yang kebanyakan hidup di desa sebagai petani, mereka punya hewan peliharaan seperti sapi dan babi. Untuk mengurus ini tentu Satgas Desa tidak sanggup melakukan.

Baca juga :  Adhi Ardhana Nilai PKB Jadi Andalan Pendapatan Saat Pandemi

Menimbang masalah itu, banyak desa mohon ke Bupati agar prosedur isoter dilonggarkan. “Inilah yang kita pakai pertimbangan mendasar terkait perubahan prosedur isoter itu,” papar Dirgayusa.

Untuk logistik warga yang isoman, dia menjamin kebutuhan pokok dan obat-obatan disiapkan Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangli. Begitu ada laporan warga menjalani isoman, Satgas akan mendroping sembako untuk mereka agar jangan sampai mereka berkeliaran membeli kebutuhan pokoknya.

Masa isoter maupun isoman dilakukan selama 13 hari, dengan isoter wajib dijalani 10 hari ditambah 3 hari isoman di rumah. “Mereka juga dalam durasi lima hari akan dites swab (lendir). Sesuai pertimbangan dalam 10 hari menjalani isolasi, maka virus sudah tidak bisa menulari orang lain,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.