Libas Juara Bertahan, Denpasar Rebut Medali Emas Futsal Porprov Bali XVI

KETUA Umum KONI Bali I Gusi Ngurah Oka Darmawan, foto bersama dengan para pemain, pelatih dan ofisial tim futsal Denpasar, usai pengalungan medali emas cabor futsal Porprov Bali XVI 2025, di GOR Lila Bhuana Denpasar, Selasa (2/9/2025). foto: yes

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Partai pamungkas cabang olahraga (cabor) futsal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI 2025 benar-benar menyuguhkan pertarungan super sengit. Layak disebut final ideal, tapi akhirnya tim Denpasar jadi pemenang, setelah berhasil melibas juara bertahan tim Badung dengan skor 12-9, di GOR Lila Bhuana Denpasar, Selasa (2/9/2025).

Medali emas Denpasar kali ini terasa spesial alias emas murni, karena tidak lagi dikasi cuma-cuma oleh Dewan Hakim seperti pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. Saat itu, Komisi Hakim Porprov Bali XIV mencabut medali emas Badung, karena melanggar ketentuan mutasi Porprov XIV dan ketentuan THB Cabor Futsal. Alhasil, Denpasar ketiban durian runtuh, mendapat medali emas meski di laga sesungguhnya kalah 3-7 atas Badung di final.

Bacaan Lainnya

Pada final Porprov Bali XIV, Denpasar mengawali laga dengan sangat baik. Bermain di atas lapangan parquette (jenis lapangan terbuat dari kayu), tim besutan Pelatih Triono Doni Wijaya itu sudah unggul 2-0 saat kick off babak pertama baru berjalan 7 menit, melalui gol yang dicetak sang kapten Anak Agung Ngurah Made Kresna di menit 3 dan Andika Januar Caesar menit 7.

Namun suasana berubah tiba-tiba saja, saat Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir di tengah-tengah suporter Badung. Motivasi pemain-pemain Badung langsung bangkit dan anak-anak asuhan Pelatih Chris Natalino yang tertinggal dua gol, langsung membalikkan keadaan dengan skor 3-2, 3-3, dan 4-3 melalui gol yang dicetak Anak Agung Ngurah Avian Diksa Pranata 2 gol, kapten Gede Rama Pramudya Lesmana dan Gede Surya Utama masing-masing satu gol.

Denpasar tak menyerah meski sempat tertinggal. Berkat dukunga mayoritas supoter termasuk Ketua Umum KONI Denpasar Putu Yudi Atmika dan jajarannya, Denpasar menyamakan kedudukan 4-4, dan bahkan balik unggul 5-4 melalui tiga gol Marvel Umbu Hapu Ranjapati, kapten Agung Kresna dan Andika. Tetapi beberapa detik menjelang babak pertama berakhir, Badung menyamakan kedudukan 5-5 melalui gol Agung Avian Diksa sekaligus gol ketiganya alias hattrck (tiga gol)

Power Play
Memasuki babak kedua, Badung kembali diuntungkan dengan gol bunuh diri pemain Denpasar Raywilson Duta Barus di menit 22, namun segera disamakan lagi oleh gol Marvel Umbu. Denpasar sempat menjauh dengan skor 8-6 melalui dua gol beruntun Putu Aian Putra Dewata menit 24 dan I Kadek Arya Bagus Wiguna menit 25.

Semenit kemudian, Badung memperkecil ketingalannya menjadi 7-8 melalui gol yang dicetak Dewa Made Ryan Kusuma Yudha menit 26. Sayang, saat Badung lagi mengejar defisit satu gol, justru terkena tiga gol beruntun. Denpasar unggul 11-7 melalui goli Andika dan dua gol Marvel Umbu untuk mencetak quatrick (4 gol) dalam pertandingan menegangkan itu.

Tertinggal 4 gol hingga paruh babak kedua, Badung mencoba menerapkan strategi power play – dimana sang kiper bermain, melewati garis tengah dan bertindak seperti pemain lain- untuk membantu penyerangan. Taktik itu cukup jitu, terbukti Badung berhasil mencetak dua gol dari tendangan Putu Kenzie Radhitya menit 33 dan sang kapten Gede Rama di menit ke-36.

Dibalik itu, taktik power play ini juga riskan karena gawang Badung jadi kosong. Buktinya saat Badung asyik menyerang, justru terkena counter atach yang berbuah gol pamungkas Andika Januar untuk mengunci kemenangan timnya menjadi 12-9. Andika dalam pertandingan itu menyamai raihan Marvel Umbu, sama-sama membuat quatrick.

Usai laga tersebut, Pelatih Denpasar Triono Doni Wijaya menilai, sebenarnya pertandingan sangat berimbang Tetapi kunci kemenangan Denpasar menurut dia, timnya setelah unggul 11-7 berhasil memperkuat pertahanan ketat saat lawan (Badung) menerapkan power play.

Dengan kekalahan tersebut, Badung harus puas mendapat medali perak. Sementara perunggu diraih Tabanan setelah dalam laga sebelumnya mengalahkan Jembrana 6-4. Enam gol Tabanan dicetak kapten Alvin 2 gol, Putu Denis, Aryasuda, I Kadek Wira dan Muhamad Andika masing-masing satu gol. Sedangkan 4 gol Jembrana dicetak Kade Soma Hariawan dan Putu Bagus Eka, masing-masing mencetak dua gol.

Usa final, langsung dilakukan upacara penyerahan medali kepada para pemenang. Medali emas diserahkan Ketua Umum KONI Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses