Legislatif Apresiasi Alun-alun Kota Bangli Jadi Destinasi Wisata, Dorong Pemkab Realisasikan Lapangan Pengganti

SETELAH diresmikan, Alun-alun Kota Bangli yang dibangun dengan dana APBD Bangli senilai Rp21 miliar lebih itu kini jadi destinasi wisata untuk warga Bangli. Foto: ist

BANGLI – Setelah diresmikan, Alun-alun Kota Bangli yang dibangun dengan dana APBD Bangli senilai Rp21 miliar lebih itu kini jadi destinasi wisata untuk warga Bangli. Kondisi tersebut masuk dalam pantauan DPRD Bangli, yang tak segan melayangkan apresiasi kepada Pemkab Bangli.

Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles dan I Nyoman Budiada, memuji rencana Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menjadikan Alun-alun tersebut sebagai salah satu destinasi wisata baru.

Read More

Menurut Komang Carles dan Nyoman Budiada yang dihubungi terpisah, Selasa (25/1/2022), ide Bupati Bangli tersebut cukup bagus dalam upaya menggeliatkan Kota Bangli.

Sebab, selama ini Kota Bangli sering dijuluki “kota mati” gegara minim ada kegiatan hiburan masyarakat. “Kami amati dengan dibukanya Alun-alun untuk umum itu mampu menggeliatkan aktivitas masyarakat di Kota Bangli,” puji Carles, begitu juga Budiada.

Carles berharap peningkatan kreativitas dan inovasi masyarakat bisa terjadi, baik di bidang olahraga maupun kesenian. Dengan begitu, sebutnya, lapangan di Alun-alun akan menjadi tempat yang multiguna.

Di samping sebagai taman rekreasi, juga bisa untuk meningkatkan prestasi atlet. Berbagai kreativitas seni juga bisa muncul di sini.

“Apalagi di areal Alun-alun Kota Bangli disediakan berbagai fasilitas olahraga seperti lapangan tenis, basket, voli hingga skatepark. Ini bisa dimanfaatkan masyarakat, khususnya kalangan anak muda, untuk menempa prestasi olahraganya,” jelas Carles.

Untuk hiburan, sambungnya, Bupati Sedana Arta mulai mengadakan kegiatan setiap hari Sabtu atau Minggu dengan melibatkan berbagai komunitas anak muda di Bangli.

Karena itu, dia berharap fasilitas yang ada harus dimanfaatkan dan dijaga sebaik-baiknya. Selain itu, mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19, protokol kesehatan diingatkan harus tetap dipatuhi untuk kebaikan bersama.

Dengan ditatanya Lapangan Kapten Mudita seperti saat ini, Carles dan Budiada mengakui tentu ada yang dikorbankan. Misalnya lapangan sepakbola dan lintasan atletik jadi tergusur.

Karena itu, Pemkab Bangli ada wacana untuk membuat lapangan pengganti. Lintasan atletik yang diminta jadi prioritas, karena cabang olahraga atletik merupakan lumbung emas bagi Bangli dalam Porprov Bali.

“Kami sangat mendukung rencana Bupati untuk membangun sarana olahraga pengganti itu. Kami berharap agar segera direalisasikan, mengingat tahun ini anggarannya sudah masuk,” pesan kedua legislator tersebut. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.