GIANYAR – Sejumlah pelayanan di RSUD Sanjiwani ditutup selama tiga hari. Hal ini menyusul delapan tenaga kesehatan (nakes) pada rumah sakit tersebut positif Covid-19.
Sejumlah ruangan pelayanan di RSUD Sanjiwani telah dipasangi setiker pengumuman, yang bertuliskan “pengumuman sehubungan dengan pelaksanaan disinfektan dan sterilisasi UV seluruh ruangan gedung poliklinik dan pendaftaran selama 3 hari. Maka pelayanan poli rawat jalan sementara tutup, untuk pasien yang memerlukan pelayanan amergency akan dilayani di IGD. Poli buka kembali 1 Agustus 2020”. Pengumuman dengan dasar merah ini tertanda Humas RSUD Sanjiwani.
Akibatnya seluruh petugas di unit ini dirumahkan dan pelayanan ditutup. Disamping itu, beberapa petugas di bagian pendaftaran juga dikonfirmasi postitif Covid-19. Akibatnya, pelayanan di Polikilik pun terpaksa ditutup untuk memotong penyebaran virus Corona ini. Sedangkan nakes lainnya kini wajib menjalani rapid test (tes cepat) dan swab test (tes usap) untuk memastikan kenyamanan petugas dalam melaksankan pelayanan kesehatan.
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, Rabu (29/7) mengatakan, pihaknya kini telah melakukan kajian terkait pelayanan di RSUD Sanjiwani. Terutama menyikapi sejumlah nakes yang positif Covid-19. ‘’Saya kaji dulu dan minta masukan ke Dirut. Itu kita bahas lagi, bagian apa saja yang akan kita tutup lagi,’’ jelasnya.
Sementara itu, Humas GTPP Covid-19 Gianyar, I Gusti Bagus Adi Wicaksana Widhya Utama, mengungkapkan, bahwa sudah diketahui ada delapan nakes di RSUD Sanjiwani yang positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test. ‘’Sampai saat ini delapan orang,’’ ujarnya. 011
























