Lapangan dan Taman Kota Tutup Dua Hari, Perayaan Tahun Baru Dilarang

  • Whatsapp
PENGUMUMAN tentang penutupan tempat publik yang terpampang di area Taman Kota Lumintang, Denpasar. Penutupan dilakukan hari ini dan besok, sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19. Foto: rap

DENPASAR – Sesuai pengumuman yang terpampang di Taman Kota dan Lapangan Lumintang Denpasar, tempat ini ditutup selama dua hari, Jumat 31 Desember 2021 dan Sabtu 1 Januari 2022. Penutupan juga berlaku untuk Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, serta Lapangan Puputan Margarana Renon dan Taman Janggan Niti Mandala.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat dikonfirmasi, Kamis (30/12/2021) mengungkapkan, penutupan lapangan dan taman tersebut dilakukan sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 66 Tahun 2021. “Penutupan dilakukan untuk mencegah kerumunan menjelang dan saat tahun baru sebagai antisipasi penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Sesuai Inmendagri tersebut, dilarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru serta pelarangan acara old and new year, baik terbuka maupun tertutup, yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Jadi, pesta-pesta atau kegiatan perayaan pergantian tahun, semua itu ditiadakan. Hal ini guna menekan mobilitas penduduk dan kerumunan,” jelas Dewa Rai.

Sesuai dengan Inmendagri No. 66 Tahun 2021, tambahnya, jam operasional pusat perbelanjaan sampai dengan pukul 22.00 dan melakukan pembatasan dengan jumlah pengunjung tidak melebihi 75% dari kapasitas, serta penerapan prokes yang lebih ketat.

Baca juga :  Patroli Malam Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Patuhi Prokes

Kegiatan makan dan minum di dalam pusat perbelanjaan/mal dilakukan dengan pembatasan kapasitas maksimal 75% dengan prokes yang lebih ketat.

Untuk tempat wisata, kata Dewa Rai, tetap dibuka. Namun, harus menerapkan prokes yang lebih ketat dengan pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan).

Selain itu, menerapkan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk dan keluar dari tempat wisata, serta hanya pengunjung dengan kategori hijau yang diperkenankan masuk.

“Jadi, tetap dilarang adanya pesta perayaan dengan kerumunan di tempat terbuka atau tertutup, juga di tempat wisata, termasuk di pantai. Pemantauan prokes dan aktivitas masyarakat selama dua hari ini akan dilakukan melibatkan satgas, polisi, TNI, pecalang di setiap desa adat,” tegas Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Denpasar ini.

Terkait perkembangan kasus Covid-19 di Kota Denpasar pada Kamis (30/12/2021), kembali terjadi penambahan kasus positif 3 orang. Kasus meninggal dunia dan sembuh kembali nihil alias tidak ada penambahan.

Secara kumulatif kasus positif Covid-19 di Denpasar tercatat 37.955 orang. Angka kesembuhan mencapai 36.938 orang (97,32 persen), meninggal dunia sebanyak 1.002 orang (2,64 persen), dan yang masih dalam perawatan 15 orang (0,04 persen). rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.