POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Gencarnya informasi tidak valid atau faktual yang beredar di media digital, sangat besar pengaruhnya terhadap kelangsungan proses pemilu. Satu hal pasti adalah berpotensi menurunkan kredibilitas kualitas pemilu itu sendiri. Persoalan tersebut dilontarkan Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, saat berdialog dengan partai politik dalam kegiatan “Sinergitas Polda Bali dengan Penyelenggara Pemilu dan Partai Politik Dalam Menghindari Negative Campaign dan Hoax”, Selasa (4/7/2023).
Ariyani mengungkapkan, Bawaslu bekerja sama dengan pengelola media sosial, Facebook, dalam mengantisipasi penyebaran informasi sesat atau hoaks, dan kampanye negatif (negative campaign). Sebab, dua hal tersebut begitu deras mengalir di media digital.
“Informasi bohong itu imbasnya besar sekali dalam menurunkan kredibilitas pemilu kita. Kami telah bekerja sama dengan Facebook, jika memang ada penyebaran informasi bohong dari akun-akun bodong, kami bisa dengan cepat melakukan takedown akun itu,” papar Ariyani.
Masih terkait antisipasi penyebaran hoaks dan misinformasi, Ariyani juga minta kepada seluruh partai politik peserta Pemilu 2024, saat memasuki tahapan kampanye agar menyiapkan kelengkapan syarat dalam melakukan kampanye. Salah satunya surat tanda pemberitahuan kampanye. “Sebelum pelaksanaan kampanye nanti, harus disiapkan surat pemberitahuan kampanye, karena ini yang kali pertama jajaran kami akan tanyakan. Kalau tidak ada ini, akan memicu permasalahan,” pesannya dalam pertemuan yang dibuka Wakil Direktur Intelkam Polda Bali, AKBP Ida Bagus Ketut Suryadharma, tersebut.
Seruan senada disuarakan Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Dia mengajak partai politik untuk tertib dalam melakukan kampanye, pun ingin mengajak peserta Pemilu 2024 untuk berkampanye melalui media digital. Pertimbangannya, memanfaatkan media digital juga bisa mengurangi angka penggunaan plastik dalam pembuatan baliho.
Dia membeberkan, pemilih pada 2024 nanti banyak kaum milenial. Karena itu penyampaian visi-misi melalui video dinilai bagus saat kampanye. Generasi muda sekarang memilih bukan cuma tampilan, tapi juga mereka memikirkan apa yang bisa dibuat ketika calon yang dipilih kelak sudah menjabat.
“Bukan dihilangkan balihonya, tapi sebisa mungkin dikurangi. Mulai aja dari Bali, masa nggak bisa sih kalau kita bersatu,” ajaknya dalam acara yang mengundang seluruh partai politik peserta Pemilu 2024 itu. hen






















