DENPASAR – Pendidikan politik dan kepemiluan sangat diperlukan untuk membuat publik mengerti serta paham Pemilu. Namun, tidak banyak lembaga yang bersedia memberi pendidikan politik semacam itu. Mendobrak itu, KPU Bali siap memberi pendidikan politik kepada parpol dan ormas secara gratis. Hal itu diutarakan Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, Rabu (16/2/2022).
“Saya tantang, mari setiap hari kita diskusi, tidak usah dibayar karena tugas kami memang untuk membuat masyarakat mengerti dan tahu persis Pemilu,” serunya saat menjadi narasumber Pendidikan Politik di Denpasar.
Dalam acara yang digelar Badan Kesbangpol Provinsi Bali itu juga hadir narasumber Kelompok Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan Provinsi Bali, AA Gede Oka Wisnumurti; dan Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia Bali, I Gede Wardana.
“Semakin banyak yang tahu kepemiluan, maka akan semakin bagus, silakan undang kami. Silakan juga undang teman-teman di KPU kabupaten/kota, saya pastikan 24 jam bisa diundang karena kami dibayar bekerja penuh waktu,” sambung Lidartawan menjanjikan.
Tak hanya parpol, Lidartawan menyatakan siap menggandeng ormas di Bali agar turut memberi pendidikan politik kepada masyarakat. Apalagi terkait berjalannya tahapan menuju Pemilu dan Pilkada 2024. Dia juga berharap dana bantuan keuangan parpol (banpol), selain digunakan untuk melakukan pendidikan politik, sekaligus dipakai untuk kepentingan rekrutmen politik.
“Harusnya pemimpin-pemimpin yang lahir pada Pemilu 2024 merupakan orang-orang parpol yang memang mampu dan bagus. Namun, kalau parpol sampai tidak punya calon, harus dipikirkan mau terus jadi parpol atau apa?” sergahnya.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali, Dewa Putu Mantera, menambahkan, pada era saat ini, pendidikan politik menjadi penting dan strategis dilaksanakan. Pendidikan politik, lanjut dia, dapat meningkatkan kesadaran hak dan kewajiban masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri No 36 Tahun 2010 tentang Pedoman Fasilitasi Penyelenggaraan Pendidikan Politik,” urainya pada kegiatan yang dihadiri perwakilan parpol dan ormas itu.
AA Gede Oka Wisnumurti menimpali, para politisi seharusnya berlomba-lomba mengambil hati rakyat. Parpol diingatkan jangan hadir dan mendekati konstituen saat Pemilu saja, “Tapi harusnya hadir dari sejak awal di tengah-tengah masyarakat untuk merumuskan apa yang mereka butuhkan.”
Menurut mantan Ketua KPU Bali itu, citra parpol yang hadir hanya ketika menjelang Pemilu tersebut mestinya segera diubah. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, hendaknya parpol bergotong royong membantu masyarakat, terlepas dari kepentingan politik apa pun. Selain parpol, ormas juga diharap bisa hadir untuk memberi pendidikan politik.
“Termasuk dapat mengambil peluang turut menjadi penyelenggara Pemilu,” pesannya seraya berharap Bali dapat menjadi contoh baik dalam penerapan nilai-nilai Demokrasi Pancasila.
Dalam kegiatan itu, I Gede Wardana banyak mengulas mengenai hakikat demokrasi dan nilai-nilai dasar demokrasi. Demokrasi disebut memberi ruang untuk heterogenitas Indonesia. “(Juga) menjamin pluralisme dan toleransi dalam perbedaan dan memperkokoh integrasi nasional,” ulasnya seraya mengingatkan agar etika dan sopan santun berpolitik tidak ditinggalkan. hen























