DENPASAR – Group Marriott International Indonesia menjamin untuk terus memanfaatkan produk lokal Bali, baik beras, telur, daging babi dan produk lainnya dalam operasional grup perusahaan hotel mereka di Bali. Sampai dengan April 2022 nanti, grup Marriot memiliki 24 hotel di seluruh Bali.
Komitmen yang menyejukkan petani lokal itu dinyatakan di hadapan Gubernur Bali, I Wayan Koster, saat Marriott International Indonesia Supports by Bali for Bali di The St. Regis Bali Resort, Nusa Dua, Selasa (18/1/2022).
President Director PT Indo Pacific Sheraton (Marriott), Ramesh Jackson, berkata Marriott Internasional Indonesia Support by Bali for Bali itu sebagai tindak lanjut kerjasama yang terjalin pada 3 Desember 2021 lalu di Jaya Sabha, Denpasar. Kerjasama dimaksud terkait penggunaan beras bali, telur bali serta beberapa item lainnya oleh Group Marriott Internasional. “Kami berkomitmen untuk terus memanfaatkan produk lokal Bali dalam operasional Group Marriott International,” janjinya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Koster berterima kasih kepada Ramesh Jackson yang menindaklanjuti kerjasama di Jaya Sabha yang difasilitasi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho. Saat itu beberapa pengusaha lokal Bali, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta; Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya; dan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali, I Wayan Mardiana, turut menyaksikan. Dalam nota kesepakatan dimaksud, Marriott siap menggunakan beras dari Tabanan, dan telur dari Bangli.
Saat itu, ulas Koster, dia mengajak Ramesh agar menggunakan juga produk lokal Bali lainnya seperti garam bali, sapi bali, ayam bali, babi bali, jeruk bali, salak bali, sayur bali, dan produk lokal Bali lainnya. “Saya apresiasi hotel Group Marriott International karena merealisasikan hal itu. Ini merupakan awal promosi produk lokal Bali,” sebutnya sembari menyebut sejumlah pergub yang melandasi kebijakan untuk melindungi produk lokal Bali.
Koster juga memuji group Marriott International sebagai grup hotel terbesar di dunia, yang memulai eksekusi kebijakan Pemprov Bali. Karena itu, dia berharap tidak hanya group Marriott International yang menolong Bali dengan melaksanakan kebijakan Pemprov Bali, tapi hotel lain dan berkelas internasional juga mengikuti langkah baik ini.
Lebih jauh Koster menguraikan sejumlah pergub yang dibuat untuk melindungi budaya dan potensi ekonomi lokal Bali. Di antaranya Pergub Nomor 79/2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali, Pergub Nomor 99/2018 tentang Pemasaran, Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali; dan Pergub Nomor 1/2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Pula SE Gubernur Nomor 4/2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tradisional Bali, dan SE Gubernur Nomor 17/2021 tentang Pemanfaatan Produk Garam Tradisional Lokal Bali.
Menurut Ketua DPD PDIP Bali itu, pandemi Covid-19 merupakan momentum terbaik melihat totalitas potensi Bali, baik menyangkut alam, manusia, dan kebudayaannya. Hal itu untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali serta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali sejahtera sekala–niskala.
Semua pihak yang memakai brand nama Bali, lugasnya, menghasilkan nilai ekonomi besar. Bagi dia, perlu ada keharmonisan dengan memperhatikan kearifan lokal Bali, serta bertanggung jawab menjaga manusia, alam, kebudayaan Bali. “Kalau ini dijalankan, saya kira akan berkembang dan tumbuh secara harmonis, serta sejalan dengan tema G20 ‘Recover Together, Recover Stronger’atau ‘Pulih Bersama, Bangkit Perkasa’,” urainya.
Transaksi Group Marriott International untuk pembelian telur lokal, ungkapnya, mencapai Rp25 juta lebih, dan berasnya Rp78 juta lebih. Dia yakin kondisi itu menghadirkan manfaat kehadiran hotel bagi petani beras, peternak ayam, dan petani arak. Dengan hotel membeli produk lokal berkualitas melalui Perusda, ucapnya, akan mencegah permainan tengkulak yang kerap merugikan petani.
“Kalau usaha ini maju, maka petani dan masyarakat Bali akan ikut bahagia. Jadi, itulah esensi dari kerjasama ini. Kami mohon teruskan program ini,” pesannya.
“Mudah-mudahan niat baik Bapak adalah langkah baik, sehingga betul-betul mendapatkan anugerah dari alam semesta di Bali. Masyarakat Bali juga akan mendoakan niat baik ini,” urai Koster menandaskan.
Di akhir acara yang diikuti Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, dan sejumlah bupati di Bali tersebut, semua peserta toast arak Sandikala Cocktail. gay























