KLUNGKUNG – Dalam rangka membangkitkan semangat kreativitas serta menghibur masyarakat khususnya bidang seni budaya, Kabupaten Klungkung menggelar Atraksi Melestarikan Seni dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Klungkung Tahun 2022 (Aksiku) mulai 12 hingga 15 Oktober 2022 di Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe, Semarapura.
Aksiku 2022 dibuka Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, pada Rabu (12/10/2022) malam dengan penancapan kayonan sebagai tanda dimulainya berbagai kegiatan lomba dan eksibisi. Penyelenggaraan Aksiku 2022 juga dilengkapi dengan menghadirkan berbagai produk UMKM baik olahan makanan maupun kerajinan pada stand pameran.
Bupati Suwirta dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara Aksiku 2022 diselenggarakan dalam rangka membangkitkan semangat, kreativitas dan menghibur masyarakat, khususnya di bidang seni budaya serta mempromosikan museum yang dimiliki oleh Kabupaten Klungkung.
“Walaupun Museum Semarajaya sudah bertipe A, tetapi harus tetap dikembangkan agar tidak hanya memamerkan dan memajang warisan-warisan pada zaman dahulu, tetapi perlu diisi dengan perkembangan kebudayaan dan kesenian dari zaman ke zaman,” ujar Bupati.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Klungkung, Ida Bagus Jumpung Oka Wedhana, dalam laporannya menyampaikan Aksiku merupakan program inovasi yang dimiliki oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung yang merupakan implementasi dari misi Pemerintah Kabupaten Klungkung yaitu menguatkan dan meningkatkan eksistensi adat dan budaya daerah Kabupaten Klungkung.
Sejalan pula dengan Visi Pembangunan Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang bertujuan untuk melestarikan objek pemajuan kebudayaan Bali secara umum.
Acara Aksiku 2022 diselenggarakan selama empat hari dari tanggal 12-15 Oktober 2022, dengan tema “Ananta Prastistaning Banyu”, yang memiliki arti memuliakan sumber air kehidupan tanpa batas. Kegiatan diimplementasikan dengan atraksi seni dan budaya melalui lomba edukatif, kultural, pagelaran seni dan pameran temporer, serta seminar warisan budaya tak benda. baw






















