Kesehatan Mental Guru, Aspek Penting Menjaga Kualitas Pendidikan

KETUA PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya; foto bersama Kadisdikpora Anak Agung Gede Wiratama, I Gusti Ayu Putu Swandewi Eddy Mulya, I Ketut Suarya, serta para guru-guru peserta workshop Menulis Kreatif dan Penguatan Kesehatan Mental Guru yang digelar PGRI Kota Denpasar, Selasa (9/6/2026). Foto: ist
KETUA PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya; foto bersama Kadisdikpora Anak Agung Gede Wiratama, I Gusti Ayu Putu Swandewi Eddy Mulya, I Ketut Suarya, serta para guru-guru peserta workshop Menulis Kreatif dan Penguatan Kesehatan Mental Guru yang digelar PGRI Kota Denpasar, Selasa (9/6/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Selain dituntut profesional dalam bekerja, para guru diharapkan tetap menjaga kesehatan mental. Ini karena kesehatan mental menjadi aspek penting dalam menghadirkan suasana pembelajaran positif di kelas.

Hal ini mengemuka saat digelarnya workshop Menulis Kreatif dan Penguatan Kesehatan Mental Guru bertajuk “Mewujudkan Guru Bahagia, Produktif, dan Berdaya”, pada Selasa (9/6/2026) di Aula BPMP Bali. Agenda workshop diinisiasi PGRI Kota Denpasar ini dibuka Wakil Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, I Gusti Ayu Putu Swandewi Eddy Mulya.

Read More

Hadir pula di acara itu, Ketua PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya; Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama sebagai keynote speaker serta narasumber Erry Trisna Nurhayana (Pengawas Satuan Pendidikan Disdikpora Kota Denpasar), serta Ni Putu Natalya (Ilmuwan Psikologi). Workshop diikuti ratusan peserta secara luring dan daring yang terdiri dari guru PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga SMK se-Kota Denpasar.

Ketua PGRI Kota Denpasar, I Ketut Suarya, mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya PGRI Kota Denpasar untuk meningkatkan kompetensi profesional guru, khususnya dalam bidang literasi dan penguatan kesehatan mental. Ia mengatakan, menulis merupakan sarana yang sangat efektif bagi guru untuk menuangkan ide, pengalaman, inovasi pembelajaran, sekaligus menjadi media refleksi diri. Sementara itu, kesehatan mental merupakan fondasi penting yang akan menentukan kualitas kinerja dan kebahagiaan seorang guru dalam menjalankan tugas mulianya.

Melalui kegiatan ini diharapkan para pendidik semakin kuat secara mental, sehingga mampu menjalankan perannya secara optimal dalam mendidik dan membina karakter peserta didik. ‘’Dengan guru yang bahagia, sehat secara mental, produktif dalam berkarya, dan berdaya dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, maka pendidikan yang berkualitas akan semakin mudah diwujudkan,’’ ujarnya.

Suarya mengutarakan, berbagai capaian yang dinikmati guru saat ini tidak terlepas dari perjuangan panjang PGRI bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Di antaranya adalah perjuangan untuk menghadirkan Tunjangan Profesi Guru, pengangkatan Guru PPPK, peningkatan kesejahteraan dan tunjangan bagi guru honorer, serta perjuangan agar pemenuhan beban kerja guru tidak semata-mata diukur dari kewajiban tatap muka 24 jam.

PGRI juga terus memperjuangkan peningkatan kualitas dan profesionalisme guru melalui program pendidikan profesi. Kita patut bersyukur karena saat ini Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi jalur yang semakin terbuka bagi calon guru maupun sarjana pendidikan yang akan memasuki profesi guru. Selain itu, PGRI juga terus menyuarakan agar program pendidikan dan pelatihan profesi bagi guru yang telah mengabdi dapat kembali diperluas dan didukung pembiayaannya oleh pemerintah.

Yang terbaru, PGRI juga telah menyampaikan secara langsung kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengenai pentingnya percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Terima kasih. Guru. Regulasi ini sangat penting untuk memberikan kepastian hukum, perlindungan profesi, serta rasa aman bagi guru dalam melaksanakan tugas mendidik generasi bangsa.

Ketua PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, mengapresiasi PGRI Kota Denpasar yang secara konsisten menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan nyata guru. Termasuk agenda workshop yang digelar PGRI Kota Denpasar dan tema yang diangkat pada kegiatan ini sangat relevan dengan tantangan dunia pendidikan saat ini.

‘’Guru tidak hanya dituntut memiliki kompetensi profesional, tetapi juga kemampuan untuk terus belajar, berinovasi, berkarya, serta menjaga Kesehatan mental di tengah berbagai dinamika dan tuntutan pekerjaan,’’ ujarnya.

Eddy Mulya melanjutkan, menulis merupakan salah satu bentuk refleksi dan aktualisasi diri seorang guru. Melalui tulisan, pengalaman baik dalam pembelajaran dapat didokumentasikan, dibagikan, dan menjadi inspirasi bagi guru lainnya. ‘’Guru yang gemar menulis akan meninggalkan jejak pengetahuan yang bermanfaat bagi generasi berikutnya,’’ ucapnya.

Di sisi lain, Kesehatan mental guru juga menjadi perhatian penting. Guru yang bahagia akan mengajar dengan hati, lebih kreatif dalam berinovasi, dan mampu membangun lingkungan belajar yang positif bagi peserta didik. ‘’Karena itu, penguatan Kesehatan mental bukanlah sebuah pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjaga kualitas pendidikan,’’ pungkasnya. tra   

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.