Kenapa Kejuaraan Sepakbola Internasional Sepi Penonton? Ini Komentar Ketum KONI Badung!

KETUA Umum KONI Badung, Made Nariana saat diwawancara sejumlah awak media dalam suatu kesempatan, belum lama ini. foto : dok

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Kejuaraan sepakbola dengan kelas internasional bertajuk: International Youth Championship (IYC) 2023 yang digelar di Stadion Ngurah Rai sejak 7 sampai dengan tanggal 14 Agustus ternyata sepi penonton. Padahal kejuaraan itu diikuti kesebelasan kelas dunia seperti Real Madrid FC U20, Barcelona FC U20, Kashima Antles FC Jepang U20 dan Bhayangkara Presisi FC U20.

Nama-nama klub Real Madrid, Barcalona dan pemain sepakbola dari Jepang, bukanlah nama asing bagi penggemar sepakbola di Bali. Namun kenapa pertandingan sejak awal tidak ada penonton yang menyaksikan? Apakah karena pengaruh hari Raya Galungan?

Read More

Ketika diminta komentarnya terkait sepinya penonton, Ketua Umum KONI Badung Made Nariana menilai kegiatan tersebut terlalu ekslusif. Pengamanan sangat berlebihan, padahal karcis masuk disebarluaskan dengan gratis.

“Saya mau nonton dengan karcis VIP saja harus parkir di Utara stadion. Padahal tempat parkir depan stadion masih kosong melompong”, kata Made Nariana melalui saluran telepon.

Selain itu, tambahnya, sosialisasi kegiatan itu juga tidak banyak terdengar di kalangan masyarakat Denpasar, khususnya di kalangan masyarakat penggemar bola.

Nariana yang mengaku membawa undangan VIP namun petugas begitu banyak memblokade pintu masuk sehingga penonton enggan masuk stadion. Banyak mobil antre di Jalan Melati tidak boleh masuk parkir, sehingga mereka tidak jadi nonton.

Menurutnya, lain kali panitia perlu memberikan kelonggaran lebih baik, dengan tetap menjaga keamanan para pemain asing supaya nyaman di lapangan. “Saya melihat petugas keamanan berlebihan, seperti mengamankan kepala negara saja,” cetus Nariana.

Nariana menambahkan, kegiatan ini sangat positif bagi Bali, sebab pemain-pemain sepakbola muda dari Madrid, Barcelona dan Jepang, dapat menikmati main di Bali. Seperti harapan Gubernur Bali, mereka akan dapat mempromosikan Bali sebagai tujuan wisata terkenal. Malah dapat bercerita sama temannya bahwa di Bali ada stadion yang memenuhi syarat untuk sebuah pertandingan bola.

Kegiatan IYC tersebut dilakukan atas Kerjasama antara Pemerintah Bali dengan Pancoran Soccer Field Group (PSF) Jakarta pimpinan Gde Widiada. Kegiatan itu dibuka Gubernur Bali Wayan Koster dan meminta supaya pemain asing tersebut dapat ikut mempromosikan Bali di tanah air mereka masing-masing. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.