Kemarau, Perajin Loloh Cemcem Kesulitan Bahan Baku

PEMBUAT loloh cemcem di Penglipuran, Bangli, yang kesulitan mendapat bahan baku saat musim kemarau. foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Seperti biasa saat musim kamarau, banyak tanaman mengalami gugur daun, tidak kecuali pohon cemcem. Hal ini sangat berdampak pada ketersediaan bahan baku pembuatan loloh cemcem di Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli.

Saat ini perajin atau pembuat loloh cemcem mulai kesulitan mendapat bahan baku. Seperti diakui I Wayan Sanda, salah seorang pembuat loloh cemcem di Penglipuran, Bangli.

Read More

Ia menuturkan, dirinya dan rekan-rekannya sudah biasa saat musim kemarau dihadapkan sulitnya mendapat daun cemcem sebagai bahan baku pokok loloh rasa asam ini.

“Pohon cemcem biasanya saat musim kemarau mengalami rontok daun, sama seperti tanaman lainnya. Ini tentu membuat kami sulit mendapat bahan baku,” ungkapnya saat ditemui Rabu (25/10/2023).

Untuk mendapat bahan baku, Sanda bersama rekan-rekannya harus berburu ke luar desa. Malah sampai cukup jauh ke pelosok-pelosok desa dan ke desa tetangga di Gianyar.

Dia bersyukur masih ada pohon cemcem yang masih ada daun yang bisa diolah untuk loloh. “Meski agak sulit, tapi kami patut bersyukur masih dapat bahan baku,” ucapnya.

Di tengah sulitnya mendapat bahan baku, jelasnya, pembuat loloh cemcem kini justru mendapat berkah di balik panas cuaca. Pesanan loloh cemcem naik drastis dari para konsumen maupun pengepul. “Pesanan naik hingga 50 persen dari beberapa waktu lalu,” ucapnya.

Kalau sebelumnya dia hanya memproduksi 600 sampai 700 botol, dengan makin panasnya cuaca, produksinya kini naik menjadi sampai 1.500 botol. “Pemasaran kami menyebar hingga seluruh Bali,” pungkas Sanda. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.