POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Petani jambu mete dan mangga di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem mengeluh. Hasil produksi yang mereka peroleh menurun drastis akibat dampak musim kemarau panjang sekarang ini.
Petani jambu mete, I Wayan Potag, Rabu (1/11/2023) mengungkapkan, akibat minimnya pasokan air serta keringnya tanah, bunga pohon berguguran dan tidak tumbuh dampak dari musim panas ini. Kondisi itu mengakibatkan hasil produksi jambu turun drastis.
“Luas kebun mete saya 1.6 hektar. Biasanya sekali panen mampu menghasilkan 8-10 kuintal. Tapi untuk sekarang ini hanya menghasilkan 1-2 kuintal, sehingga ada selisih perbedaan 6-8 kuintal dibandingkan tahun lalu,” ucapnya.
Pontag mengisahkan, selain jambu mete miliknya, petani lain di Banjar Bonyoh, Belong, Manik Aji, Ban, Cucut, Bunga, Pucang, dan lainnya mengalami hal serupa. “Di wilayah Ban kebanyakan lahan jambu mete dan mangga,” sambungnya.
Perbekel Ban, Gede Tamu Sugiantara, menambahkan, lahan mete dan mangga yang gagal panen di Ban hampir ratusan hektar jumlahnya di 15 banjar. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta. “Sebagian besar warga di Ban menanam jambu mete dan mangga. Banyak petani yang merugi atas kondisi ini,” ujarnya.
Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, membenarkan adanya kekeringan di wilayah Ban. Hanya, dia belum bisa memastikan apa penyebabnya. Apakah karena kemarau panjang atau faktor lain yang menyebabkan pertumbuhan mete tidak maksimal. “Saya dapat laporan dari warga di lapangan seperti itu. Apa penyebabnya belum bisa dipastikan. Apa karena musim kemarau yang mengakibatkan panas luar biasa, atau ada faktor yang lain,” sebutnya menandaskan. nad
























