Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Ulapan Ditata

KEPALA Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gianyar, I Gede Widarma Suharta. Foto: ist
KEPALA Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gianyar, I Gede Widarma Suharta. Foto: ist

GIANYAR – Pemkab Gianyar sedang fokus mempersiapkan dan merancang penataan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Ulapan (Ubud, Tegallalang, Payangan). Saat ini Bappenas tengah melakukan kajian. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gianyar, I Gede Widarma Suharta, Minggu (13/2/2022)

“Kementerian yang membantu Pemkab Gianyar mengkaji untuk melakukan rehabilitasi objek wisata pasca-Covid,” jelasnya.

Read More

Dia mengungkapkan, anggaran sepenuhnya bersumber dari APBN dengan nilai mencapai Rp34,3 triliun. Dana tersebut untuk kajian, pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat. Cetak putih (white paper) kajian Ulapan ini, ulasnya, selesai dan diserahkan ke Presiden Jokowi pada 3 Desember 2021 lalu. Selanjutnya ada beberapa kegiatan pembangunan yang harus ditindaklanjuti, khususnya yang akan dibangun pada 2023.

“Yang akan dibangun yakni Central Parkir, Pasar Ubud, Central Parkir Astina, kantong parkir Ambengan, Kantong Parkir Singakerta, Kantong Parkir Padangtegal, Sign Bord System atau penggantian merek toko dengan tiga bahasa. Pembangunan ITC, penataan Teras Ceking, toko-toko akan di bawah, view (pemandangan) tidak terhalangi. Juga fasilitas sanitasi IPAL dan pedestrian trotoar Ubud,” ungkapnya. 

Ulapan menjadi perhatian pusat, terangnya, karena Ubud termasuk satu kawasan pariwisata. Kedua, Ubud masuk KSPN; dan ketiga, Ubud paling berdampak terhadap ekonomi pariwisata Gianyar. “Ini yang harus ditata kembali pasca-Covid. Kunjungan juga sudah pada ambang batas. Kalau ini tidak dilakukan revitalisasi objek, bisa akan turun tingkat kunjungannya,” paparnya menandaskan. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.