Kabar Baik, Bali Nihil Kasus Meninggal karena Covid-19

  • Whatsapp

DENPASAR – Kabar baik dalam perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali, Sabtu (5/6/2021), dimana untuk kali pertama dalam beberapa bulan terakhir ini, nihil tambahan kasus meninggal dunia. Di sisi lain, pasien sembuh secara konsisten terus bertambah yang jumlahnya lebih dominan dari tambahan terkonfirmasi positif.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Sabtu (5/6/2021), pasien sembuh bertambah sebanyak 44 orang, atau 16 orang lebih banyak dari tambahan kasus positif yang berjumlah 28 orang. Secara langsung juga berdampak terhadap kasus aktif yang sudah pasti semakin menurun.

Bacaan Lainnya

Secara kumulatif, kasus positif di Bali sampai saat ini berjumlah 47.445 orang (47.280 WNI dan 165 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 45.437 orang (95,77%) sudah sembuh dengan rincian 45.280 WNI dan 157 WNA. Sementara kasus meninggal dunia tetap 1.508 Orang (3.18%) denan rincian 1.502 WNI & dan WNA.

Meningkatnya jumlah pasien sembuh dalam beberapa hari, dan mulai melandainya tambahan kasus positif, secara langsung membuat kasus aktif (pasien dalam perawatan) semakin menurun. Kali ini berkurang 16 orang, menjadi 500 orang (1,05%) dengan rincian 498 WNI dan 2 WNA.

Baca juga :  Tim Jaya-Wira Klaim Kemenangan 73 Persen

Untuk mempercepat penanganan pandemi, pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.

Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 1.401.903 orang dan vaksin 2 sebanyak 659.600 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 2.737.760 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 676.257 dosis.

Kemudian, dalam mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku sejak tanggal 23 Maret 2021 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Hal lain yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pemerintah juga mengantisipasi mobilitas warga pada saat arus balik lebaran. Langkah pengendalian dilakukan salah satunya dengan memperbanyak tes antigen secara acak.

Presiden RI Joko Widodo meminta agar ada penguatan PPKM Mikro pasca lebaran 2021 baik di daerah asal maupun daerah tujuan arus balik pemudik.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.