KLU – Puluhan kader PDIP Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengikuti tes psikologi yang digelar DPP PDIP. Tes untuk seluruh kader sejak Oktober dan berakhir 5 November 2022 itu, sebagai salah satu syarat untuk bisa mencalonkan diri dalam Pileg 2024 mendatang.
“Di KLU, semua kader yang akan mencalonkan diri di Pileg wajib mengikuti tes psikologi atau psikotes ini. Tes ini sebagai salah satu syarat wajib di internal partai bagi kader yang ingin mencalonkan diri di 2024,” jelas Sekretaris DPC PDIP Lombok Utara, I Made Kariasa, usai mengikuti psikotes di Tanjung, Selasa (1/11/2022).
Lebih jauh diutarakan, psikotes ini merupakan salah satu langkah PDIP dalam rangka menyiapkan kader terbaik. Melalui psikotes, partai memiliki kriteria yang ingin diketahui seperti loyalitas perjuangan kepada partai, memiliki kapabilitas menjalankan fungsi eksekutif-legislatif, atau justru pragmatismenya yang menonjol.
Dari tes itu akan bisa dibaca apakah kader itu pantas ditugaskan di struktur partai, atau diajukan di fungsi eksekutif dan legislatif, serta tugas strategis lainnya. Sebaliknya, imbuh anggota DPRD Lombok Utara itu, jika hasil psikotesnya kader tersebut justru kecenderungan lebih kepada pragmatis, partai akan berhati-hati.
“Kami kader di KLU yang ikut psikotes sebanyak 48 orang dari tiga dapil, yakni Bayan, Kayangan-Gangga dan Tanjung-Pemenang. Dari jumlah itu, 10 di antaranya sebagai pelengkap,” ulasnya.
Lebih lanjut, Kariasa mengakui antusiasme para kader mengikuti psikotes sangat tinggi. Artinya, semangat para kader untuk mencalonkan diri pada Pileg 2024 juga tinggi. Terlebih dalam rangka memenuhi target mengisi kursi di DPRD Lombok Utara.
Selain itu, PDIP ingin menghasilkan kader yang bebas dari mental korupsi. Hanya, hal tersebut belum bisa dinilai sepenuhnya melalui psikotes. “Untuk kader yang mengikuti psikotes untuk pencalonan di Kabupaten sebanyak 34 kader, sedangkan empat kader di antaranya akan mencalonkan diri di Pileg untuk DPRD NTB,” tandasnya. fik























