BANGLI – Atap bocor saat hujan seperti menjadi hal “normal” di hampir semua bangunan di areal Kantor Bupati Bangli, termasuk Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Setda Bangli. Kondisi ini mengganggu kenyamanan para pegawai saat bekerja.
Plt. Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Bangli, Ngurah Juli Adi Saputra, tidak menampik kondisi gedung yang ditempati memang demikian. Dia menyebut gedung yang ditempati merupakan gedung lama, dibangun tahun 1986.
Sebelumnya dimanfaatkan untuk kantor Kesbang dan Politik. ”Usia bangunan memang tua, sehingga di beberapa sudut bangunan mulai rusak, terutama bagian rangka atas,” ujarnya, belum lama berselang.
Anggaran pemeliharaan, jelasnya, selain untuk perbaikan bagian yang bocor, juga membuat sekat ruangan serta pengecatan. Rencananya lantai dua dimanfaatkan untuk ruang rapat, ruang LPSE, ruang tunggu serta ruang pimpinan.
Lantai bawah untuk ruang pokja, ruang rapat dan ruang untuk staf administrasi. “Ruang kerja masing-masing pokja nanti disekat, sehingga pegawai bisa lebih nyaman bekerja,” sambungnya.
Kerusakan gedung terjadi, urainya, karena kurangnya perawatan. Selama bertahun-tahun tidak ada anggaran untuk biaya pemeliharaan, dan baru tahun ini diplot anggaran pemeliharaan senilai Rp200 juta.
Lebih jauh disampaikan, rusaknya bagian rangka atas menyebabkan banyak genteng lepas, sehingga ketika turun hujan, air menetes ke ruangan. Terparah di bagian atas pojok sebelah barat daya, genteng berikut rangkanya lepas. “Makanya satu ruangan tidak bisa ditempati, termasuk juga di depan pintu masuk dan sebelah utara,” cetusnya.
Sebelumnya, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, mengatakan, setelah renovasi gedung BMB kelar , bangunan bagian Kesra akan dibongkar. Dengan begitu, gedung BMB akan kelihatan dari luar, dan tembok penyengker kantor Pemkab Bangli juga akan dibongkar.
Gambaran besarnya, semua gedung di Kantor Bupati menjadi representatif, meski pembangunannya akan dilakukan bertahap sesuai anggaran yang ada. gia























