POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Curah hujan pada musim ini memberi semangat terhadap para penggarap ladang yang tinggal di daerah perdusunan, untuk mulai memanfaatkan lahan yang berbulan-bulan terbengkalai tanpa tanaman lantaran tingginya hama gayas.
Salah satu petani, I Gede Astika, menuturkan, bulan Juli merupakan musim yang umum di kawasan perladangan wilayah Dusun Sampih, Desa Abang, Kecamatan Abang, Karangasem melaksanakan kegiatan cocok tanam di ladang. Mulai dari ubi ketela rambat, ubi ketela pohon, jagung, dan undis. Sekarang sudah proses membajak tanah untuk kali kedua, sedangkan yang pertama dilakukan sekitar seminggu lalu.
Menurutnya, lahan ini sengaja tidak diolah selama enam bulanan karena banyak hama gayas. Saat membajak tanah kali pertama, gayas banyak ditemukan berwarna kuning, yang artinya umurnya sudah dewasa. “Setelah nanti ditanam tingkat gayasnya sedikit, ada harapan tanaman kami bisa tumbuh lebih optimal. Terlebih sering ada hujan,” kata Astika, Kamis (1/8/2024).
Lebih jauh dikisahkan, untuk membajak tanah ada kelompok Subak Abian yang sudah mendapat bantuan traktor, untuk dioperasikan di lahan yang terjadwal untuk dibajak. Pembajakan dilakukan bertahap, dan jenis tanaman di wilayah ini cenderung tanaman undis, ketela pohon dan jagung.
“Kalau kondisinya bagus, skala empat sampai lima bulan sudah siap panen. Di sini beda dengan di sawah. Ini kan lahan hanya berpatokan pada hujan saja, kalau di sawah airnya tetap mengalir,” jelasnya.
Untuk diketahui, lahan di daerah ini sebenarnya terbilang produktif. Namun, kemauan warga untuk mengolah lahannya agak kurang rajin. Pun jarang ada yang mau mengambil di luar kegiatan inti untuk mengolah ladang, makanya lahan jadi terbengkalai menjadi semak-semak. nad






















