MATARAM – Anggota DPR RI Dapil Pulau Lombok, Bambang Kristiono, komit mendorong produktivitas petani di Pulau Lombok. Politisi Partai Gerindra ini membagikan bantuan alat industri pertanian (alsintan) untuk para kelompok tani di delapan titik di Pulau Lombok, Selasa (21/6/2022).
Penyerahan alsintan dimulai dari Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dengan meminjam tempat di DPC Partai Gerindra Loteng. “Alsintan yang berhasil saya perjuangkan di DPR RI ini saya bagi rata untuk semua kabupaten/kota di Pulau Lombok. Nanti akan dibagi di delapan titik oleh HBK Peduli,” kata HBK, panggilan karibnya, di sela-sela penyerahan.
Selain para kelompok tani penerima bantuan, hadir juga anggota Fraksi Gerindra dari DPRD Loteng dan DPRD NTB. Alsintan yang dibagikan yakni traktor tangan dan mesin pompa air. HBK mengatakan, bantuan alsintan tersebut diharap dapat meningkatkan produktivitas petani, yang bermuara kepada kesejahteraan dan taraf hidup keluarga.
“Mohon doa agar di tahun anggaran berikutnya bisa meningkat lagi jumlahnya,” cetus Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu, sembari berpesan pemanfaatan alsintan diatur sebaik-baiknya, jangan sampai penggunaan yang tidak adil melahirkan renggangnya hubungan anggota kelompok tani.
Ketua DPC Partai Gerindra Lombok Tengah, Muhalip, juga mengajak petani memanfaatkan bantuan alsintan sebaik-baiknya. Selain bantuan yang dibawa HBK, akan ada tambahan bantuan dari anggota Fraksi Gerindra DPRD Loteng.
Salah seorang perwakilan petani penerima bantuan, Zulkifli, mengucap syukur atas bantuan alsintan tersebut. “Bantuan ini akan sangat meringankan beban kami, Pak HBK,” sebutnya.
Dalam pertemuan dengan para kelompok tani Loteng itu, HBK sempat menyinggung perjuangannya dalam menghidupkan kembali proyek Dam Mujur.
Dia berharap dalam reses DPR RI berikutnya, tim kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI akan datang ke Loteng untuk mengunjungi Dam Mujur. Dengan begitu proyek ini bisa jadi salah satu proyek yang dibahas Komisi V DPR dalam rapat kerja dengan Kementerian PUPR.
Selain alsintan, HBK mendaku tengah menyiapkan bantuan lampu penerangan jalan berbasis tenaga surya untuk sejumlah perkampungan di Pulau Lombok. Langkah ini untuk mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan, selain juga untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi segenap warga, terutama dalam menjalankan aktivitas produktif di malam hari.
Penerangan jalan tenaga surya ini memang tidak perlu aliran listrik, karena sumber energi lampu dari sinar matahari. Pada siang hari, lampu penerangan ini mengisi daya secara mekanis. Saat hari mulai gelap, lampu kemudian mulai menyala secara otomatis sampai hari terang kembali.
HBK memutuskan penggunaan lampu penerangan jalan dari tenaga surya paling sesuai di daerahnya. “Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi harus memikirkan biaya membayar listrik sepanjang pemakaian lampu penerangan jalan ini. Dan, keuntungan utama lainnya tentu saja adalah teknologi ramah lingkungan,” tandas HBK. rul
























