Harga Gabah Anjlok, DPRD Desak Bulog NTB Aktif Serap Beras Petani

  • Whatsapp
ANGGOTA Komisi II DPRD NTB, Made Slamet (kanan) saat meninjau bantuan alat hidroponik pada salah satu sekolah Hindu di Kota Mataram. Foto: rul
ANGGOTA Komisi II DPRD NTB, Made Slamet (kanan) saat meninjau bantuan alat hidroponik pada salah satu sekolah Hindu di Kota Mataram. Foto: rul

MATARAM – Komisi II DPRD NTB bidang Pertanian, Pariwisata, dan Perdagangan mendesak agar Perum Bulog di provinsi setempat, mulai aktif meningkatkan serapan beras petani. Selain itu,  Pemprov NTB melalui OPD terkait, yakni Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan setempat harus mulai berkoordinasi dengan Perum Bulog, khususnya mitra kerja pengadaan di seluruh wilayah NTB untuk segera membuat Memorandum of Understanding (MoU) dalam kontrak kerja sama tentang penyerapan gabah dan beras petani.

‘’Hanya dengan cara peningkatan serapan Bulog dan koordinasi Pemda NTB melalui OPD terkait dapat menekan anjloknya harga gabah saat ini,’’ ujar anggota Komisi II DPRD NTB, Made Slamet, Selasa (6/4/2021).

Bacaan Lainnya

Politisi PDI Perjuangan itu tetap berkomitmen, menolak mengimpor beras seperti yang direncanakan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan. Hal itu menyusul, saat ini,  Provinsi NTB tengah mengalami surplus beras.

‘’Kita meminta Bulog NTB dapat menyerap beras dari petani. Kita juga meminta kepada Satgas Polda NTB dan Tim Sergap Pertanian Pusat untuk menyelidiki terhadap dugaan monopoli terhadap anjloknya harga gabah dan beras di tingkat petani,” tegas Made.

Menurut dia, percepatan MoU dalam kontrak kerja sama tentang penyerapan gabah dan beras petani mendesak dilakukan. Hal ini agar hasil panen petani berupa gabah dan beras yang dibeli dan diserap oleh mitra kerja dan penggilingan-penggilingan kecil dapat diserap seluruhnya oleh Bulog. ‘’Tentunya, harga jualnya juga sesuai dengan harga yang diterapkan oleh pemerintah,’’ ucap Made.

Baca juga :  Sarana Prokes di Bangli Diharapkan Ada Petugas Khusus

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H. Mutawalli, menegaskan, anjloknya harga gabah gegara isu impor beras oleh pemerintah pusat. Momen itu dijadikan kesempatan oleh pengepul atau pengusaha beras untuk memainkan harga. Produksi melimpah saat panen justru tidak sebanding dengan biaya dikeluarkan petani. ‘’Ini gara-gara isu impor beras itu,’’ sebut Mutawalli.

Pemerintah harus bertanggungjawab. Wacana impor beras sudah jadi isu nasional dan anjloknya harga gabah juga jadi permasalahan nasional.  Mutawalli berkata, Kementerian Perdagangan dan Badan Urusan Logistik sebelumnya memiliki pandangan berbeda dengan wacana itu. Bulog memandang impor beras tidak dibutuhkan karena stok beras sudah cukup, apalagi sudah mulai memasuki musim panen.

Saat ini, harga gabah kering di bawah Rp400 ribu/kw. Seharusnya sesuai standar harga Rp470 ribu/kw. Dia menyesalkan Kementerian Perdagangan tidak peka atau mengerti situasi dan kalah momen. ‘’Sampai Pak Presiden membantah gara-gara ribut di Jabodetabek. Sekarang malah merembet kemana-mana,’’ tegas Mutawalli.

Kondisi seperti ini selalu dihadapi oleh petani ketika musim panen. Oleh karenanya, pemerintah harus memperhatikan dengan mengoptimalkan peran Bulog menyerap gabah petani. Meskipun belum terlalu efektif, tetapi minimal membantu meng-cover harga.

Solusi lainnya disampaikan Mutawalli adalah petani harus mengupayakan penggilingan atau menjadikannya beras. Karena harganya relatif bagus dibandingkan gabah. “Paling tidak digiling atau dijadikan beras supaya harganya lebih mahal,” jelasnya.

Baca juga :  Keluhan Jaringan Internet Tak Merata di Karangasem, Kominfo Segera Koordinasi dengan ATSI

Di satu sisi, ia menyampaikan target produksi padi di Mataram di tahun 2021 mencapai 25 ribu ton. Target ini turun dari tahun sebelumnya 28 ribu ton. Namun demikian tidak dijelaskan alasan penurunan target produksi padi tersebut.  Padahal, penentu target itu adalah pemerintah pusat. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.