Razia Lapas Narkotik Bangli Libatkan BNNK Gianyar

  • Whatsapp
RAZIA di Lapas Narkotika Kelas II A Bangli, Selasa (6/4/2021). foto: gia

BANGLI – Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57 tahun 2021, dilaksanakan razia di Lapas Narkotika Kelas II A Bangli, Selasa (6/4/2021). Razia ini melibatkan petugas gabungan dari personel Lapas Narkotika, Polres Bangli dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar, serta Kodim 1626/Bangli.

Dalam penggeledahan selama dua jam tersebut tidak ditemukan narkoba ataupun ponsel. Petugas hanya mendapati korek api, tali, kaleng bekas cat, alat cukur. Selain Lapastik di Banjar Buungan, Desa Tiga, Kecamatan Susut, razia serupa juga dijalankan di Rutan Kelas II B Bangli.

Bacaan Lainnya

Sebentuk sebangun, petugas hanya menemukan barang-barang kecil seperti korek api, tali, batu, uang Rp11 ribu, dan alat cukur. Termasuk di Blok Widuri yang khusus untuk warga binaan perempuan.

Kepala Lapas Narkotika Bangli, Agus Pritiatno menjelaskan, razia serentak menyasar blok A dan C. di Lapas Narkotika ini ada empat blok, tapi satu blok tidak diperiksa karena merupakan blok karantina, dan satu blok untuk warga binaan yang mengidap penyakit menular.

Dari penggeledahan petugas, baik pemeriksaan badan maupun tempat tidur, tidak ditemukan ponsel maupun barang terlarang jenis narkoba. “Sasaran utama adalah ponsel dan narkoba. Dari razia kali ini tidak ditemukan jenis barang tersebut,” ujarnya.

Baca juga :  Haruskah Bayi Pakai Masker Kain untuk Hindari Covid-19?

Disinggung kemungkinan razia ini bocor yang membuat ada kesempatan warga binaan menyembunyikan barang terlarang, Agus menampik hal tersebut. Dia menyebut waktu razia hanya diketahui petugas. Dia menambahkan, razia tidak hanya kali ini saja, tapi dalam sebulan dilakukan empat kali oleh petugas Lapas.

“Kami memiliki satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan yang optimal melakukan pengawasan. Setelah hasil pelaksanaan razia akan dilaporkan ke kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM,” ucapnya.

Kapolres Bangli, AKBP Gusti Agung Dhana Aryawan menurunkan 40 personel untuk mendukung razia di Lapas Narkotika maupun Rutan Bangli. Menurutnya, dari razia tersebut tidak ditemukan ponsel dan narkoba yang menjadi sasaran prinsip. “Memang beberapa barang yang diamankan, tapi tidak prinsip. Handphone dan narkoba yang menjadi sasaran prinsip,” urainya.

Lebih jauh disampaikan, pihak Lapas menyediakan layanan komunikasi bagi warga binaan seperti warnet untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Apalagi dalam situasi pandemi seperti sekarang. Dengan begitu apa yang dilakukan warga binaan dapat dimonitor. “Kami selalu siap untuk membantu kegiatan yang dilakukan Lapas dan Rutan,” janjinya.

Kepala BNNK Gianyar, AKBP I Gusti Agung Alit Adnyana, mengingatkan, dalam situasi apapun tetap ada penyalahgunaan narkoba. Maka dari itu penting dilakukan upaya pencegahan.

Ditegaskan, memberantas peredaran barang terlarang ini perlu dukungan seluruh pihak. “Perlu dilakukan upaya pencegahan, memang pada situasi apapun narkoba bisa masuk. Selain itu narkoba sudah masuk ke segala lini,” tandasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.