DENPASAR – Guru Penggerak merupakan program pendidikan dari pemerintah, untuk meningkatkan kompetensi guru. Selain itu, dengan hadirnya program ini, diharapkan mampu menggerakkan komunitas belajar khususnya di Kota Denpasar.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, prinsip program ini sama seperti kurikulum Merdeka Belajar dan menggunakan metode yang lebih fleksibel. “Nantinya guru penggerak mendorong upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah maupun di luar sekolah,” katanya, Selasa (24/5/2022).
Selain itu, Guru Penggerak hendaknya mampu memberikan dampak positif bagi guru-guru di sekolah, serta lingkungan belajar yang lain. Proses belajar dan mengajar tidak kaku seperti dulu, guru hanya di depan kelas sambil menjelaskan mata pelajaran dan siswa hanya mencatat sampai habis bukunya.
‘’Metode tersebut diubah menjadi kelompok-kelompok belajar di setiap kelas, dan guru hanya memantau dan melihat kreativitas murid dalam menyelesaikan satu tugas dan persoalan dalam proses belajar,’’ ujarnya.
Keberadaan Komunitas Guru Penggerak Kota Denpasar, sambung Wiratama, diharapkan dapat membantu Disdikpora dalam rangka mewujudkan Merdeka Belajar di satuan pendidikan TK, SD, SMP dan meningkatkan kompetensi guru serta kepala sekolah serta mendukung penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka. Serta membangun persepsi yang sama untuk semua guru agar pendidikan di Kota Denpasar semakin meningkat.
Sebelumnya, sebanyak 26 orang pengurus Komunitas Guru Penggerak Kota Denpasar dilantik dan dikukuhkan oleh Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama di Gedung Sewaka Dharma, Sabtu (21/5/2022), disaksikan Widyaiswara Balai Guru Penggerak Provinsi Bali, Dra. Lilik Sulistyowati. Acara juga dihadiri dan disaksikan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya; Ketua PGRI Kota Denpasar, Ketut Suarya; serta undangan lainnya.
Koordinator Komunitas Guru Penggerak Kota Denpasar, Ketut Budiarsa, mengatakan, Komunitas Guru Penggerak Kota Denpasar adalah wadah bagi sahabat penggerak untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. ”Melalui komunitas kita berharap bisa sebagai strategi pelengkap bagi pengembangan profesi yang berkelanjutan para guru. Dengan dilantik dan dikukuhkannya Komunitas Guru Penggerak Kota Denpasar, dapat menjadi mitra strategis Disdikpora, organisasi profesi, maupun penggiat pendidikan untuk bergerak bersama mewujudkan traspormasi pendidikan. Kepada anggota juga untuk tetap berkomitmen tergerak, bergerak dan menggerakkan ekosistem pendidikan mewujudkan Merdeka Belajar,’’ ujar Budiarsa.
Perwakilan Balai Guru Penggerak Provinsi Bali, Lilik Sulistyowati, menyampaikan bahwa, Komunitas Guru Penggerak Kota Denpasar memiliki peran dalam pengembangan guru dan tenaga kependidikan. Harapannya ke depan BGP bisa menjadi mitra dari KGP yang ada di Bali, termasuk KGP Kota Denpasar.
‘’Semangat kolaborasi dan gotong royong perlu kita tingkatkan bersama untuk mewujudkan trasnpormasi pendidikan di Indonesia. Serentak bergerak mewujudkan merdeka Belajar dan Profil Pelajar Pancasila,’’ serunya. tra























